Irigasi Rusak Bikin Sawah Terlantar, Dinas PSDA Pessel Ngaku Tak Tahu

  • Whatsapp
Irigasi di Batang Surantih di wilayah Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Irigasi di Batang Surantih di wilayah Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Namun, perbaikan yang dilakukan masyarakat secara swadaya ini, sifatnya hanya perbaikan sementara, jadi hasilnya pun tidak maksimal.

Buktinya, selama satu tahun ini, warga acap kali melakukan swadaya membuat memperbaiki irigasi yang rusak tersebut, agar air bisa tetap mengalir mengairi lahan persawahan, tapi juga tidak maksimal.

Baca juga: Bupati Rusma Temui Menteri Pertanian, Jemput Dana Pusat untuk Pertanian Pessel

“Karena saluran rusak total, jadi solusinya harus diperbaiki oleh pemerintah dengan anggaran yang maksimal,” ujarnya.

Kerusakan irigasi ini sudah sangat parah, jadi perbaikannya pun harus dilakukan secara serius.

Sebab, kalau hanya diperbaiki secara manual, maka akan rentan rusak, dan akibatnya kebutuhan pengairan ke lahan pertanian akan terus-menerus terganggu.

“Kini kami terpaksa menanam padi dengan sistem sawah tanah hujan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada instansi terkait, supaya dapat segera melakukan perbaikan pada saluran tersebut.

Baca juga: Embat Dompet Penumpang, Polisi Padang Tangkap Oknum Sopir Travel Pessel

“Irigasi ini memang rusak berat sejak satu tahun lalu. Air dari saluran ini bisa tetap mengalir ke hilir. Tapi rusak, maka kami terpaksa menanam padi menunggu hujan turun,” ungkap warga lainnya, Iid (38).

Rusaknya irigasi sudah dilaporkan ke instansi terkait, seperti pemerintah nagari dan PSDA, namun sampai saat ini masih saja belum ada upaya perbaikan.

“Kerusakan salurannya sangat fatal, biaya untuk perbaikannya menelan anggaran besar. Makanya kami tidak mungkin dapat memperbaiki dengan anggaran swadaya,” ujarnya.

Pos terkait