Ironi Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Dari Penolakan, Indikasi Korupsi, Isu Pembatalan hingga Pencurian Besi

  • Whatsapp
Presiden Jokowi saat membuka pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi I Padang-Sicincin pada tahun 2018 lalu. (Foto: Dok. KPPIP)
Presiden Jokowi saat membuka pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi I Padang-Sicincin pada tahun 2018 lalu. (Foto: Dok. KPPIP)

HALONUSA.COM – Polisi menangkap satu pelaku pencurian besi pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru berinisial BC, 49 tahun.

Besi yang dicuri digunakan sebagai inti dari pondasi untuk jalan bebas hambatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra mengatakan, satu pelaku berinisial BC alias Karak, 49 tahun sudah ditahan.

“Pelaku beraksi bersama dua rekannya, rekannya ini kabur, masih kami buru,” katanya, Sabtu (9/10/2021).

Jauh sebelum aksi pencurian, pembangunan jalan tol di Sumatera Barat (Sumbar) selalu menjadi sorotan.

Dimulai dari penolakan warga yang merasa tak diberi ganti rugi, indikasi korupsi, hingga isu pembatalan dan terbaru pencurian besi.

Seperti diketahui, tol Padang-Pekanbaru ruas Padang-Sicincin dimulai pengerjaannya dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo Februari 2018 bersamaan dengan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 133 kilometer.

Pembangunan tol Padang-Pekanbaru masih terseok-seok, bahkan belum sampai 36,6 kilometer lahan yang dibebaskan.

Sementara tol Pekanbaru-Dumai sudah beroperasi.

Berikut sejumlah rangkaian kejadian demi kejadian terkait tol Padang-Pekanbaru seksi I Padang-Sicincin.

1. Ditolak Warga

Pada tanggal 25 Januari hingga 27 Januari 2021, sejumlah masyarakat di Nagari Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman menggelar unjuk rasa hingga memblokade jalan.

Keributan tersebut dipicu karena masyarakat yang selama ini hidupnya bergantung dari sungai merasa terganggu dengan hadirnya perusahaan atas nama PT Zulia Mentawai RIK.

Pos terkait