Jalan Sitinjau Lauik Dinilai Makin Membahayakan, Gubernur Sumbar Harus Ambil Langkah Konkret

Longsor di jalan lintas Padang-Solok pada Sabtu (20/8/2022) siang. (Foto: Dok. Istimewa/Pusdalops PB Padang)
Longsor di jalan lintas Padang-Solok pada Sabtu (20/8/2022) siang. (Foto: Dok. Istimewa/Pusdalops PB Padang)

HALONUSA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) didesak untuk segera mencarikan solusi permasalahan Sitinjau Lauik karena ini sudah menyangkut keselamatan orang.

Pasalnya, sudah satu bulan bulan lebih bencana longsor mengganggu akses jalan Provinsi, tepatnya jalur Padang-Solok, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar.

Hal tersebut disampaikan oleh eks anggota DPRD Sumbar, Bachtul.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, kondisi di Sitinjau Lauik saat ini sangat darurat dan harusnya pihak yang terlibat segera mencarikan solusi karena ini sudah menyangkut keselamatan orang.

“Kalau seandainya terjadi longsor, itu bisa melanda puluhan orang yang melintas di sana dan tertimbun material,” katanya seperti dinukil dari laman Suara Sumbar, Sabtu (27/8/2022).

Pria yang pernah menjadi anggota dewan dua periode itu mengaku bahwa longsor yang berlangsung saat ini berbeda dengan longsor sebelum-sebelumnya.

Tentu penanganannya juga berbeda seperti biasanya.

“Pihak terkait harus agresif. Tidak menunggu material longsor turun ke jalan, baru bekerja. Kami minta Gubernur proaktif mendesak Kepala Balai untuk segera menangani,” katanya.

Bahkan, dengan tegas Bachtul meminta mengganti kepala instansi terkait, karena dinilai tidak proaktif dan responsif dalam menyikapi permasalahan tersebut.

“Sebagai orang yang sering melewati jalur Padang-Solok, persoalan kemacetan sudah berkali-kali saya rasakan dan macetnya bahkan berpuluh-puluh kilometer. Namun saat ini sangat berbeda, apalagi ketika berada di titik longsor,” katanya.

Terpisah, Koordinator Umum Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sumbar, Hidayatul Irwan mengeklaim terus memantau lokasi titik longsor di Sitinjau Lauik.

“Informasi yang kami terima, Gubernur telah melakukan rapat dengan lintas sektoral. Namun sampai sekarang aksi untuk sampai kepada sumber masalah kan belum juga ada penanganan,” ujarnya. (*)

Baca juga:

Pos terkait