Jalur Tol Payakumbuh-Pangkalan Lalui Sesar Aktif, Ade: Sudah Banyak Contohnya

Presiden Jokowi saat membuka pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi I Padang-Sicincin pada tahun 2018 lalu. (Foto: Dok. KPPIP)
Presiden Jokowi saat membuka pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru seksi I Padang-Sicincin pada tahun 2018 lalu. (Foto: Dok. KPPIP)

HALONUSA.COM – Ahli Geologi, Ade Edwar menyebut pembangunan yang dilakukan di sesar aktif sudah banyak dilakukan di Sumatera Barat (Sumbar).

Hal tersebut disampaikannya ketika disinggung mengenai jalur tol Payakumbuh-Pangkalan yang melalui patahan sesar aktif Bukit Barisan.

“Tidak masalah asal sesuai konstruksi, sudah banyak contoh, seperti jembatan Ngarai Sianok dan Kelok Sembilan,” katanya, Senin (1/11/2021).

Bacaan Lainnya

Ade menjelaskan, selama pembangunan sesuai konstruksi sesuai karakter sesar dan ramah lingkungan, maka tak akan menjadi masalah.

“Karena dasar itu, maka pentingnya melibatkan Ahli Geologi. Kita lihat Ngarai Sianok, patahannya mencapai 22 milimeter per tahun,” katanya.

Baca juga: Ironi Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Dia menjelaskan, karakter sesar aktif dari Bukit Barisan ke Harau merupakan bagian dari sesar aktif kelok sembilan.

“Posisi utamanya sama, berada di Air Putih. Jalur yang dilintasi itu bagian dari sesar (kelok sembilan) itu,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk tak resah dengan sesar aktif. Pasalnya, warga Pulau Sumatera hidup di atas banyak patahan Bukit Barisan.

“Jika membangun konstruksi berat di atas sesar aktif, harus dikaji lebih dalam, bukan lokasinya yang dialihkan,” ucapnya.

Baca juga: 13 Tersangka Ganti Rugi Lahan Tol di Padang Pariaman

Sebelumnya, masyarakat yang tergabung ke dalam Forum Masyarakat Terdampak (Format) menyebut lintasan jalan tol Payakumbuh-Pangkalan melalui sesar aktif.

Fakta tersebut terungkap dari konsultan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang melakukan penelitian bulan Agustus 2021 silam.

Dari potret satelit, sesar tersebut membentang dari Kecamatan Bukit Barisan hingga Harau.

Adapun nagari yang dilintasi, yakni, Koto Baru Simalanggang, Koto Tangah Simalanggang, Taeh Baruah, Lubuak Batingkok, dan Gurun.

“Namun ini tidak dipublikasikan pemerintah,” kata Sekretaris Format, Ezy Fitriana, Minggu (31/10/2021).

Dirinya menyarankan ke pemerintah agar pembangunan trase ketiga dari jalan tol ke kawasan Situjuah Limo Nagari, Pilubang dan Ketinggian karena dinilai lebih aman.

Pos terkait