Jangan Coba-coba, Polisi ‘Obrak-abrik’ Aktivitas Judi di Sumbar, Pelaku tak Dapat Restorative Justice

Ilustrasi judi. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi judi. (Foto: Dok. Pixabay)

HALONUSA.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) tidak akan memberikan keringanan hukum atau restorative justice (RJ) terhadap praktik perjudian di Ranah Minang.

Aktivitas perjudian juga tak sesuai dengan falsafah di Minangkabau, Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (adat berlandaskan agama, agama berdasarkan ke kitab suci Alquran).

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan mengatakan, aktivitas perjudian hanya menyengsarakan masyarakat kecil yang ekonominya lemah.

“Sehingga ketika sudah kehabisan uang untuk berjudi sangat potensial melakukan kriminalitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk berjudi lagi. Mereka tidak tahu perjudian itu tidak membuat kaya, justru hanya bandarnya saja yang dibuat kaya,” kata Dwi, Senin (15/8/2022).

Dwi tidak menampik bahwa maraknya penangkapan yang dilakukan oleh Polda Sumbar dan Polres jajaran beberapa waktu belakangan untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

Selain itu, Polda Sumbar tak ingin dianggap ikut membekingi aktivitas perjudian yang diduga dipimpin oleh Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat.

“Ini menjawab pertanyaan masyarakat yang resah karena maraknya (aktivitas) perjudian di masyarakat,” katanya.

Tengah: Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan. (Foto: Dok. Istimewa/Bid Humas Polda Sumbar)
Tengah: Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan. (Foto: Dok. Istimewa/Bid Humas Polda Sumbar)

Hingga hari ke-15 pengungkapan, kata Dwi, pihaknya telah menangkap 230 tersangka dalam 124 laporan polisi (LP) dengan didominasi oleh pelaku judi online.

Dari 124 penangkapan dan 230 tersangka, sebanyak 226 orang atau nyaris seluruh pelaku menjalankan praktik judi secara online.

“Kapolda Sumbar berkomitmen tidak ada kasus judi yang diselesaikan secara RJ, semua kasus judi harus naik hingga ke pengadilan sampai ada keputusan hukum berkekuatan tetap,” kata Dwi.

Di lain pihak, kata Dwi, peran serta seluruh elemn masyarakat sangat diharapkan untuk memberantas segala bentuk perjudian di Sumbar.

“Informasikan ke kami jika di sekitar rekan-rekan ada yang bermain judi, kami tak akan kendor memberantas aktivitas judi di Sumbar hingga benar-benar bersih,” imbuhnya.

Sebelumnya, tiga orang tak berkutik saat Tim Klewang Polresta Padang mengobrak-abrik aktivitas perjudian yang dilakukan di sejumlah warung kawasan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Tiga pelaku tersebut berinisial DM, alias Amir Rosen, 63 tahun, DSP, 47 tahun dan M, 64 tahun.

“Kami tangkap pada Sabtu (13/8/2022) lalu, mereka terlibat judi toto gelapm (togel),” kata Kanit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Adrian Afandi. (*)

Baca juga:

 

Pos terkait