Janjikan 10 Persen Anggaran, Kontak Tani Nelayan Andalan Sumbar Diminta Serius Bangun SDM Petani

  • Whatsapp
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat pengukuhan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar dan temu wicara di BPTP Sumbar, Kabupaten Solok, Sabtu (22/5/2021).
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat pengukuhan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar dan temu wicara di BPTP Sumbar, Kabupaten Solok, Sabtu (22/5/2021).

HALONUSA.COM – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi mendukung visi dan misi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar. Agar meningkatkan nilai tambah dan produktivitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Ini merupakan usaha yang paling prospek di Sumatera Barat dalam meningkatkan pendapatan masing-masing bidang tersebut,” ungkap Mahyeldi saat pengukuhan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumbar dan temu wicara di BPTP Sumbar, Kabupaten Solok, Sabtu (22/5/2021).

Mendukung proses kerja lewat anggaran yang akan disediakan dan tentunya untuk pengadaan separodi, Alsintan, pendampingan teknologi, pengendalian serangan OPT, peningkatan SDM penyuluh dan petani, koordinasi dan pembinaan.

“Pemerintah mendukung anggaran 10 persen untuk program kegiatan yang saya sebutkan tadi,” terang Mahyeldi.

Mahyeldi berharap KTNA Sumbar dapat berperan aktif dalam mendorong petani, serta memberi perhatian besar terhadap bidang pertanian selain dari sektor lainnya dengab basis yang sama.

Selain melaksanakan program kerja KTNA Sumbar juga perlu aktif melakukan supervisi dan advokasi petani.

Baca juga: Rapatkan Barisan Bangun Kualitas Pertanian di Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi Kukuhkan Pengurus KTNA

“Kita menginginkan petani turut serta dalam pembangunan dengan menciptakan kemandirian sehingga berdaya saing menghadapi pasar global,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

KTNA Sumbar nantinya akan bermitra dengan sejumlah penyuluh, dengan potensi manajemen konsumsi beras. Secara skala nasional dari 139 menjadi 100 kilogram per tahun dan tingkat provinsi dari 140 agar menurun ke angka 114 kilogram per tahun.

Pos terkait