Jeritan Warga Pasaman Barat: Rumah Kita Habis, Kami Mengungsi, Mohon Bantuannya!

Bangunan runtuh pasca gempa Pasaman Barat. (Foto: Dok. Basarnas)
Bangunan runtuh pasca gempa Pasaman Barat. (Foto: Dok. Basarnas)

HALONUSA.COM – Sejumlah korban terdampak gempa di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) pada Jumat (25/2/2022) sudah mulai ‘tapakiak’.

Di sejumlah kanal media sosial (medsos) beredar rekaman suara seorang perempuan yang menjerit memohon bantuan kemanusiaan dari pihak terkait.

“Assalamualaikum, bunda-bunda tangguh semuanya, rumah kita habis, rata,” ucap wanita tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam rekaman suara yang beredar tersebut, wanita tersebut bersama masyarakat lainnya mengungsi sekitar 500 meter ke arah Tinggam Kajai, Kabupaten Pasbar. “Mohon bantuannya kalau ada tenda atau air minum,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pasbar, Hamsuardi menyatakan bahwa daerahnya memasuki mas atanggap darurat bencana alam gempa bumi.

Baca juga: Gempa Pasaman Barat Sudah Diprediksi Jauh Hari, Ahli Geologi: Sama Seperti Gempa 2007 Solok

Keputusan itu tertera di dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Pasbar nomor 188.45/160/Bup-Pasbar/2022.

Dalam pernyataan tertulisnya, Hamsuardi mengatakan bahwa lebih kurang 500 rumah mengalami rusak ringan hingga berat.

Kemudian dua rumah ibadah mengalami kerusakan, satu sarana pendidikan mengalami kerusakan dan beberapa perkantoran mengalami kerusakan ringan.

“Langkah ini untuk mengantisipasi dampak bencana yang lebih luas dan perlu segera dilakukan penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu sehingga dalam meminimalisir dampak bencana,” ujarnya.

Baca juga: Catatan Sejarah Gempa Bumi Di Sumatera Barat

Masa tanggap darurat tersebut berlaku selama 14 hari dari Jumat (25/2/2022) hingga Kamis (10/3/2022). (*)

Pos terkait