Jumlah Investor Saham di Sumbar Dalam 13 Tahun Terakhir, Naik Berpuluh Kali Lipat

  • Whatsapp
Ilustrasi saham. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi saham. (Foto: Dok. Pixabay)

HALONUSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat (Sumbar) mengeklaim bahwa jumlah investor saham mengalami peningkatan sebesar 72,4 persen.

Kepala Perwakilan BEI Sumbar, Early Saputra mengatakan, peningkatan tersebut terjadi dalam rentang waktu Januari hingga September 2021.

Bacaan Lainnya

“Naik dari 18.381 menjadi 43.763 Single Investor Identification (SID), jumlah investor saham,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10/2021).

Kemudian, sambung Early, jumlah investor keseluruhan efek meningkat dari 38.916 SID menjadi 91.662 SID atau sebesar 73,78 persen.

“Nilai Transaksi Efek Ekuitas naik sebesar Rp13.705.853.530.533,” paparnya.

Early mengatakan, terdapat 10 perusahaan efek yang berkantor di Sumbar, yaitu di Kota Padang dan Bukittinggi.

Tak hanya itu, 10 galeri investasi BEI juga bisa didapatkan di Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar dan Dharmasraya.

“Kami juga sedang menyiapkan delapan calon galeri investasi BEI,” katanya.

Jumlah investor saham ini diketahui paling banyak berasal dari Kota Padang, Solok, Bukittinggi, Kabupaten Agam, dan Tanah Datar.

Dalam rentang 13 tahun terakhir, kenaikan investor saham di Sumbar diketahui melonjak tajam dari 412 ke 43.763.

Sementara itu, secara keseluruhan, hingga akhir Agustus 2021, total 2.697.832 atau melebih target satu juta investor di bidang saham.

Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya berjumlah 590.658 Single Investor Identification (SID).

Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengatakan, pencapaian tersebut merupakan rekor tertinggi setelah 44 tahun pasar modal Indonesia diaktifkan lagi.

Pos terkait