Kekerasan Seksual Tinggi, Puluhan Aktivis Perempuan Memilih ‘Diam’

agitasi-hari peringatan perempuan internasional-sumbar-
Agitasi lewat tulisan di kertas karton dipegang salah seorang pengunjuk rasa saat memperingati Hari Perempuan Internasional di Padang, Sumatera Barat. Mereka pun menggelar aksi diam di bundaran jalan depan kantor DPRD Sumbar, Padang, Senin (8/3/2021) sebagai bagian dari Peringatan Hari Perempuan Internasional. | iggoy / Antara |

HALONUSA.COM – Sebanyak 50 aktivis perempuan di Sumatera Barat (Sumbar) mengemukakan keresahan lewat agitasi tulisan melalui kertas karton. Mereka pun menggelar aksi diam di bundaran jalan depan kantor DPRD Sumbar, Padang, Senin (8/3/2021) sebagai bagian dari Peringatan Hari Perempuan Internasional.

Para aktivis perempuan ini pun menuntut agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan mengingat tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan di Sumatera Barat (Sumbar).

Bacaan Lainnya

Berikut pesan agitasi sebagai tuntutan para aktivis saat aksi diam dalam memperingati Hari Perempuan Internasional itu, ‘Kapan aku tidak disalahkan?’, ‘Aku perempuan dihina karena pakaian’, dan ‘Aku menolak, aku diancam hendak dibunuh’.

Baca juga: Batu Berbentuk Penis di Sumbar Ternyata Nisan Makam Pria, Perempuan Beda Pula

“Hati dan pikiran kami berteriak, tapi kami diam karena merasa sudah sangat kecewa,” kata Direktur Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Rahmi Meri Yenti.

WCC Nurani Perempuan menilai kalau pemerintah menganggap kekerasan seksual sangat tidak berguna.

“Pemerintah lupa kalau kekerasan seksual merupakan persoalan sangat genting, para korban tidak pernah sama sekali mendapat pemulihan, bahkan kasus mereka pun terkadang tidak menemukan titik terang,” ungkapnya.

Baca juga: Polda Bakal Bubarkan Setiap Aktivitas FPI di Sumbar, Termasuk Pencopotan Atribut

Para aktivis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan terdiri 20 organisasi saat turun ke jalan.

Pos terkait