Kemenkes Jamin Kebutuhan Liquid Oxygen, RS Hermina Padang Butuh Oksigen Konsentrator

  • Whatsapp
RS Hermina Padang, Jalan Khatib Sulaiman, Padang | Muhammad Mumtaz
RS Hermina Padang, Jalan Khatib Sulaiman, Padang | Muhammad Mumtaz

HALONUSA.COM – Selain Rumah Sakit (RS) Hermina Padang, Sumatera Barat keteteran mencari stok liquid oksigen untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19. Hal yang sama juga dirasakan Rumah Sakit Unand, seperti disampaikan Yevri Zulfikar, Direktur Utama RS. Universitas Andalas kepada Halonusa.com, Kamis (22/7/2021).

Ia bahkan mengatakan kebutuhan hanya bisa sampai pukul 15.00 WIB sore ini. Sementara saat ini sambung Yevri Zulfikar sangat membutuhkan enam kubik dengan 250 tabung per hari.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini kami membutuhkan 250 tabung liquid oksigen per hari, jumlah ini meningkat dari kebutuhan sebelum pandemi yakni 70 hingga 80 tabung,” katanya.

Meningkatnya kebutuhan karena saat ini pasien covid-19 Sumbar dalam keadaan kritikal. “Terbayang kan berapa banyak kebutuhan pasien-pasien seperti ini, dan saat ini kami merawat sebanyak 84 pasien Covid-19,” kata Yevri.

Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah mengupayakan kebutuhan oksigen untuk menyelamatkan pasien Covid-19 di daerah yang menipis stok. Bahkan tengah memulai konversi kebutuhan industri gas untuk pemenuhan oksigen gas dengan melakukan impor oksigen konsentrator.

“Kami juga mendorong Satgas oksigen untuk menjadi forum koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota termasuk memastikan pengawalan pada rute perjalanan yang ada pengetatan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi kepada Halonusa.com.

Tidak itu saja saat ini Indonesia telah menerima sejumlah donasi oksigen konsentrator, tabung oksigen, liquid oksigen dari Singapura, Australia, Temasek, Indorama, Shopee, Pertamina dan Tanoto. Bahkan pada Selasa (20/7/2021) kemarin, pemerintah Jepang menyumbangkan sebanyak 2.800 oxygen concentrator kepada Indonesia melalui the United Nations Office for Project Services (UNOPS).

Pos terkait