Kenapa Harga Beras Mahal? Ini Kata BPS

Kenapa Harga Beras Mahal? Ini Kata BPS
Seorang warga mengangkut beras (Ilustrasi)
HALONUSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada beberapa penyebab yang membuat harga beras menjadi mahal dewasa ini.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Putranto mengatakan, penyebab tingginya harga beras saat ini adalah permintaan yang tinggi.

"Kalau demand-nya tinggi, pasokannya kurang tentunya akan berdampak pada konsumen," katanya.

Selain itu, menurutnya, kenaikan harga beras juga disebabkan oleh kenaikan harga gabah yang terjadi belakangan.

"Berdasarkan data BPS, Kenaikan harga beras sejalan dengan meningkatnya rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di petani dari Rp 5.142 per kg menjadi Rp 5.354 per kg. Begitu pula harga gabah kering giling (GKG) yang naik dari Rp 5.802 per kg menjadi Rp 5.891 per kg," katanya.

BPS mencatat, selama bulan Oktober 2022, beras mengalami inflasi sebesar 1.13 persen karena kenaikan harga beras masih berlanjut.

Dengan kenaikan itu, beras turut memberi andil inflasi sebesar 0.34 persen. "Harga beras tinggi tentu harga ikannya bisa terkerek tetapi dari sisi konsumsi biasa cukup mengkhawatirkan," ujarnya.

Menurutnya, beras sebagai makanan pokok jika harganya naik, maka akan mempengaruhi ongkos produksinya. "Bisa jadi mengerek barang-barang yang lain tetapi perlu diwaspadai menurut saya," kata Windhiarso.

Ia meminta pemerintah dan Bank Indonesia untuk dapat mengendalikan inflasi di bawah 6 persen sampai dengan akhir tahun. "Yang perlu diwaspadai adalah inflasi bahan pangan," ujarnya. (*)

Berita Lainnya

Index