Ketua Bundo Kanduang Sumbar Ungkap 3 Sistem Nilai bagi Orang Minangkabau

Bimtek peningkatan kapasitas pemangku adat di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (19/7/2022).
Bimtek peningkatan kapasitas pemangku adat di Hotel Pangeran Beach, Padang, Selasa (19/7/2022).

HALONUSA.COM – Dinas Kebudayaan Sumatera Barat (Sumbar), melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas pemangku adat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (19/7/2022) di Hotel Pangeran Beach, Padang.

Bimtek yang bertema ‘Tungku Tigo Sajarangan dan Bundo Kanduang sebagai Penopang Adat dan Budaya’ tersebut, diikuti oleh 100 orang peserta.

Bacaan Lainnya

Para peserta tersebut berasal dari 18 kabupaten/kota yang terdiri dari unsur alim ulama, niniak mamak, cadiak pandai dan bundo kanduang.

Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, Beni Warlis.

Salah satu pemateri dalam bimtek ini adalah Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudha Thaib.

Dalam materinya tersebut, Puti Reno Raudha Thaib mengungkap tentang 3 sistem nilai bagi orang Minangkabau dalam tatanan kehidupan.

“Bila kita ingin bicara tentang Minangkabau, ada 3 sistem nilai yang tidak akan berubah menjadi modal dasar utama bagi orang Minangkabau dalam tatanan kehidupan individu dalam berkaum, berkeluarga dan bermasyarakat,” ucapnya.

Kata dia, tiga sistem nilai ini berfungsi untuk membentuk jati diri, menentukan kedudukkan dan perannya hingga mengekspresikan diri.

Dijelaskannya, sistem pertama adalah filosofi ‘adat basandi syara, syara basandi kitabullah. Syara mangato adat mamakai, alam takambang jadi guru (ABS-SBK)‘.

Kedua, yakni sistem adat dan kemasyarakatan/kelarasan yang terstruktur dalam Ranji Limbago Adat Alam Minangkabau. Sistem ketiga, yakni kekerabatan matrilineal Minangkabau.

“Artinya kita tidak bisa bicara tentang sistem matrilineal tanpa beririsan dan mengaitkannya dengan filosofi ABS-SBK dan dengan sistem kemasyarakatannya,” kata dia. (*)

Pos terkait