Keuntungan Public Expose untuk Pasar Modal Versi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman. (Foto: Istimewa/Dok. Bisnis.com)
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman. (Foto: Istimewa/Dok. Bisnis.com)

HALONUSA.COM – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (Dirut) BEI, Iman Rachman mengatakan, pemaparan secara terbuka kepada masyarakat dalam program Public Expose (Pubex) Live 2022 bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Iman mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan pasar modal Indonesia bisa tumbuh dengan baik.

Bacaan Lainnya

Pertama, kondisi pandemi yang lebih baik dari sebelumnya dan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi terkini terkait kinerja perusahaan.

“Maka, dengan demikian akan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan jumlah investor,” kata Iman saat pembukaan Public Expose Live 2022 di Jakarta, Senin (12/9/2022).

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan, Public Expose Live dapat membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan perusahaan tercatat.

Selain itu, investor dapat meningkatkan pemahaman atas perusahaan tercatat di BEI dengan mengikuti Public Expose Live 2022.

“Melalui kegiatan ini, investor dapat berinteraksi dengan manajemen perusahaan tercatat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam menentukan keputusan investasinya,” katanya.

Seperti diketahui, Public Expose Live 2022 merupakan acara pemaparan umum beberapa perusahaan tercatat di BEI untuk menjelaskan kinerja dan rencana perusahaan agar informasi tersebut tersebar secara merata.

Kegiatan tersebut merupakan jawaban atas tantangan dalam memudahkan masyarakat mendapatkan informasi langsung dari manajemen perusahaan tercatat serta salah satu upaya melindungi kepentingan investor ritel melalui transparansi kinerja perusahaan tercatat.

Pada tahun ini, Public Expose Live diadakan secara virtual selama lima hari, yaitu dari Senin hingga Jumat (12-16/9/2022).

Tercatat sebanyak 54 perusahaan berpartisipasi menyampaikan pemaparan kinerja dan rencana kepada publik.

Penyelenggara optimis bahwa jumlah peserta yang hadir dapat melampaui capaian penyelenggaraan pada tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan tahun lalu diikuti oleh 49.769 peserta. Tren jumlah peserta meningkat jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pada 2020 yang dihadiri oleh 41.361 peserta. (*)

Baca juga:

Pos terkait