Kisah Pengungsi Perang Vietnam Melarikan Diri ke Singapura Menggunakan Pesawat C-130 Curian

Portrait Pham-Vietnam Selatan-Courtesy of family Pham-Halonusa
Portrait Pham yang diabadikan istrinya, saat itu ia menjadi pilot Angkatan Udara termuda di Vietnam Selatan | (Courtesy of family Pham) | Halonusa

Seorang pilot Angkatan Udara Vietnam Selatan melarikan diri dari negara yang sedang terlanda perang bersama keluarganya menggunakan pesawat C-130 curian, April 1975.

Pesawat itu mendarat di Singapura, Pham harus menyakinkan otoritas setempat bahwa ia melakukan itu memiliki izin dan tidak ilegal sebelum kemudian dianggap hal itu serius.

Berikut kisah bagaimana ia menyelematkan keluargannya.

Bacaan Lainnya

Hilang Harapan

Pham Quang Khiem berusia 27 tahun itu sempat khawatir akan dirinya bila Vietnam Selatan bakal jatuh ke tangan pasukaan komunis Vietnam Utara dan Viet Cong.

Ia pun lebih khawatir terhadap keluarga dan kerabatnya yang tergabung militer bilamana tertangkap musuh, sudah jelas akan rudapaksa, maka Pham berupaya untuk melarikan diri.

Ia pun menyusun strategi dibantu temannya dekatnya, walau itu teramat rumit untuk menyelematkan keluarganya lalu meninggalkan Vietnam Selatan dengan cepat.

Sementara Amerika Serikat sekutu Vietnam Selatan telah menarik diri dua tahun silam, tapi sebelumnya militer amerika telah melatih mereka dalam menerbangkan pesawat. Pham pun berniat untuk menerbangkan C-130 dengan cara mencuri pesawat itu.

Pesawat C-130-Smithsonian Air and Space Museum-Washington-Halonusa
Kondisi pesawat C-130 saat ini, di Smithsonian Air and Space Museum, Washington.

Pham mempersiapkan rencanannya dengan mengajak anggota lain dari angkatan udara agar ikut mengemudikan pesawat C-130 bersamanya. Setelah itu, Pham mengabari keluarganya agar nantinya bertemu di landasan pacu untuk terbang bersama pesawat yang dikemudikan olehnya bersama serdadu lainnya.

Agar berjalan mulus, Pham membohongi tiga petugas yang saat itu bersamanya dalam pesawat, modus operandinya melakukan perjalanan untuk mendistribusikan beras.

Pesawat nantinya akan berisi karungan beras sehingga petugas bisa lebih yakin termasuk pasukan angkatan udara di dalam pesawat. Modusnya pun mulus dan para petugas mengikuti alur dan nyaris tidak mengetahui misi Pham tentang pelarian.

Pham dan tiga perwira lainnya bermodal empat revolver sebagai antisipasi saat 52 anggota keluarga bergegas naik ke pesawat.

Pos terkait