Korban Perahu Terbalik di Sungai Batang Hari Solok Selatan Ditemukan Meninggal Dunia

Tim Melakukan Evakuasi korban perahu terbalik di Sungai Batang Hari Solok Selatan (Foto: Basarnas Padang)
Tim Melakukan Evakuasi korban perahu terbalik di Sungai Batang Hari Solok Selatan (Foto: Basarnas Padang)

HALONUSA.COM – Masuk hari ketiga pencarian, korban kapal terbalik di Sungai Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan akhirnya ditemukan pada Senin 14 November 2022.

Kasiops Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Octavianto mengatakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban ditemukan dalam keadaan MD pd koordinat 1°16’18.31″S – 101°17’47.77″T, ± 500 m dari LKP,” katanya saat dihubungi Halonusa.com.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, korban ditemukan dengan cara menyisuri sungai di sepanjang sungai yang dicurigai adanya lokasi korban yang diduga tenggelam tersebut.

“Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan LCR ke jorong sungai penuh untuk diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

“Dengan telah ditemukannya korban dlm keadaan MD dan telah diserahkan ke pihak keluarga, semua unsur yang terlibat dalam ops sar dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” tutupnya.

Sebelumnya, satu orang dilaporkan hilang akibat perahu terbalik di Sungai Batang Hari, Jorong Talantam, Nagari Lubuak Ulang Aliang, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.

Octavianto mengatakan, peristiwa perahu terbalik terjadi pada Sabtu 12 November 2022 sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara, pihaknya mendapatkan laporan pada malam harinya sekitar pukul 22.53 WIB dari BPBD Kabupaten Dharmasraya.

Ia mengatakan, korban yang hilang dan hingga saat ini dalam pencarian tersebut bernama Pondra (50), warga Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

Ia mengatakan, berawal korban dan rombongan pergi ke acara pesta pernikahan kerabatnya di Jorong Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.

Kemudian saat pulang, perahu menabrak kayu besar yang hanyut.

“Sehingga perahu tidak terkendali dan terbalik. Dari 10 orang penumpang, 9 orang selamat dan orang ralam pencarian,” katanya, Minggu (13/11/2022).

Mendapatkan laporan, Basarnas Padang segera menurunkan tim untuk melakukan pencarian terhadap korban.

“Tim SAR Gabungan melakukan Pencarian dengan membagi dua tim. Tim 1 mencari di sekitar LKP dengan menggunakan LCR. Selanjutnya tim 2 melakukan penyisiran dari LKP juga dengan menggunakan LCR,” tutupnya. (*)

Pos terkait