Korban Skimming Bank Nagari 141, Kerugian Capai Rp1,48 Miliar

HALONUSA.COM – Bank Nagari mencatat, sebanyak 141 rekening nasabah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Barat menjadi korban skimming.

“Kalau dalam catatan kami ada sebanyak 141 rekening nasabah terhitung tanggal 4 sampai tanggal 5 kemarin hingga pukul 14.00 WIB,” kata Direktur Utama Bank Nagari, M Irsyad, Kamis (12/05/2022).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa dengan jumlah tersebut, nasabah kehilangan uang sebanyak Rp1.48 miliar.

“Yang kami hitung semuanya berjumlah Rp1,48 miliar dari 141 rekening tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya, Rekening seorang nasabah Bank Nagari dibobol dan mengakibatkan kerugian mencapai Rp10 juta.

Kejadian tersebut berawal pada Kamis (5/05/2022) lalu saat nasabah Bank Nagari yang beranama Andri sedang berada di Bukittinggi.

“Saat saya berada di Bukittinggi, saya mendapatkan notifikasi bahwa telah terjadi transaksi penarikan tunai di rekening saya,” katanya saat dihubungi Halonusa.com, Rabu (11/05/2022).

Ia mengatakan, dari notifikasi tersebut terdapat lima kali transaksi penarikan tunai dari rekening miliknya.

“Empat kali penarikan tunai dengan nominal Rp2 juta dan dua kali penarikan tunai dengan nominal Rp1 juta,” katanya.

Mengetahui rekeningnya dibobol, ia langsung mencari ATM terdekat untuk mentransfer sisa uang yang ada di rekeningnya.

“Limit penarikan tunai saya per harinya kan memang sebanyak Rp10 juta dan mungkin dia tidak bisa melakukan transaksi lagi saya inisiatif mentransfer seluruh uang saya ke rekening Bank lain,” lanjutnya.

Setelah itu, ia berencana kembali ke Kota Padang dan saat sampai di daerah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, ia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Bank.

“Setelah melaporkan itu, saya langsung kembali ke Padang dan besoknya saya langsung melaporkan kejadian itu ke Bank Nagari pusat,” lanjutnya.

Menurutnya, pihak Bank Nagari bersedia untuk mengganti seluruh kerugiannya dan akan dibayarkan dalam waktu 14 hari terhitung Senin (9/05/2022).

“Bank Nagari katanya bersedia untuk membayarkan kerugian tersebut dan saya menunggu hal tersebut,” katanya.

Diketahui, hingga saat ini sebanyak 100 orang nasabah Banj Nagari telah mengalami kerugian karena rekeningnya dibobol.

Pos terkait