Kuliah Tatap Muka Dinilai jadi Momen Pengedar Narkoba Cari Mangsa Baru di Perguruan Tinggi

Barang bukti narkoba yang disita polisi dari seorang pemuda di Kabupaten Agam. (Foto: Istimewa/Dok. Polres Bukittinggi)
Barang bukti narkoba yang disita polisi dari seorang pemuda di Kabupaten Agam. (Foto: Istimewa/Dok. Polres Bukittinggi)

HALONUSA.COM – Kuliah tatap muka dinilai jadi momen bagi pengedar narkoba untuk mencari mangsa atau pelanggan baru untuk menjalankan bisnis haram tersebut.

Pengamat Sosial dari Universitas Negeri Padang (UNP), Erian Joni mengatakan, kampus di Sumbar dinilai masih belum bebas narkoba.

“Hal tersebut terungkap dari jaringan pengedar narkoba dalam kampus di Kota Padang aktif dengan tertangkapnya salah satu simpul dari jaringan pengedar narkoba antar kampus ini,” kata Erian Joni kepada Halonusa.com, Senin (5/9/2022).

Bacaan Lainnya

Selain itu, kata Erian, dengan aktifnya perkuliahan di kampus pasca pandemi Covid-19 menjadi momen bagi jaringan pengedar mencari pelanggan atau pemakai baru.

Seperti diketahui, seorang pemuda berinisial AH, 21 tahun, ditangkap polisi di pinggir jalan Pandam Gadang Ranggo Malai (PGRM), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang (Tilkam), Kabupaten Agam.

Warga Pasaman tersebut ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bukittinggi pada Minggu (4/9/2022).

“Pelaku kami tangkap ketika sedang dalam perjalanan dari Pasaman menuju Kota Bukittinggi,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Syafri, Senin (5/9/2022).

Syafri mengatakan, AH ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang transaksi narkoba jenis ganja yang dilakukan pelaku di lokasi penangkapan.

“Dia mengaku membeli ganja tersebut dari seorang pengedar di Kabupaten Limapuluh Kota dan akan diedarkannya lagi di salah satu perguruan tinggi di Padang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Wahyuni Sri Lestari mengatakan, pemberantasan peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Bukittinggi merupakan komitmen jajaran Polda Sumbar.

“Termasuk di sini, khususnya Polres Bukittinggi dalam menjaga generasi penerus bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Sri. (*)

Baca juga:

Pos terkait