Makan Bajamba Menjadi Tradisi Minangkabau Sejak Abad Ke-7

Makan-Bajamba-Dinas Kebudayaan-Prov-Sumbar-Halonusa-Ade-Yuandha(@Ade_Yuandha)
Makan Bajamba adalah tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Menjadi tradisi Minangkabau sejak abad ke-7 (Foto: Disbud Provinsi Sumbar Barat/Halonusa)

HALONUSA.COM – Makan Bajamba atau juga disebut makan Barapak adalah tradisi makan dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau.

Tradisi ini umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan berbagai upacara adat, atau pertemuan penting lainnya masyarakat Minangkabau.

Bacaan Lainnya

Pada umumnya diikuti oleh lebih dari puluhan hingga ribuan masyarakat Minang kabau yang kemudian dibagi dalam beberapa kelompok terdiri dari 3 sampai 7 orang yang duduk melingkar.

Di setiap kelompok telah tersedia satu dulang yang di dalamnya terdapat sejumlah piring yang ditumpuk berisikan nasi dan berbagai macam lauk

Makan Bajamba atau secara sederhana juga di artikan sebagai makan bersama, merupakan salah satu tradisi unik Minangkabau yang sudah ada sejak dahulu kala.

Tradisi Makan Bajamba atau Makan Barapak ini berasal dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat.

Tradisi Makan Bajamba diperkirakan sudah dimulai pada abad ke-7, tepatnya ketika awal masuknya Islam ke Minangkabau.

Jadi tak heran jika adab dalam tradisi ini kental di pengaruhi ajaran Islam.

Selain itu aturan-aturan penting yang terkandung di dalam tradisi Makan Bajamba juga dianggap sekaligus mengamalkan sunnah dari Rasulullah SAW.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini menyebar di kalangan masyarakat Minangkabau dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Meski tiap daerah di Sumatera Barat memiliki cara yang agak berbeda dalam Makan Bajamba.

Pos terkait