Makna Marawa yang Menjadi Nama Tempat Wisata di Sumatera Barat

Makna-Warna-Marawa-Bendera-Kebesaran-Minangkabau-Quora-Halonusa-Ade-Yuandha(@Ade_Yuandha)
Makna Warna Marawa, Bendera Kebesaran Minangkabau (Foto: Dok. Quora/Halonusa)

HALONUSA.COM – Kata-kata Marawa di Sumatera Barat sudah tidak asing lagi. Pasalnya, sudah ada sebuah tempat wisata yang membawa nama Marawa tersebut.

Sebagai masayarakat Minangkabau, kita harus mengetahui apa makna dari Marawa tersebut sesuai dengan pepatah orang tua dahulunya.

Marawa adalah sebuah bendera yang berwarna Hitam, Kuning dan Merah yang terkadang memiliki background warna putih.

Bacaan Lainnya

Makna dari Marawa terdapat dua hal, yaitu mambasuik dari bumi dan tabasuik dari bumi.

Berikut penjelasan tentang Marawa yang menjadi lambang bagi masyarakat Minangkabau.

Marawa Basa Adaik Minangkabau

Tiang: Melambangkan mambasuik dari bumi.

Artinya suara yang harus didengarkan adalah suara yang datang dari bawah atau suara itu adalah suara rakyat kecil, baru kemudian dirembukkan dalam sidang musyawarah untuk mendapatkan sebuah kata mufakat barulah pimpinan tertinggi baik raja maupun penghulu yang menetapkan keputusan tersebut

Warna Hitam : Melambangkan tahan tapo sarato punyo aka jo budi.

Artinya kuat dalam menghadapi sesuatu, berlapang dada sesuai akal dan budi. Sesuai dengan pepatah Minangkabau yaitu nan kuriak iyolah kundi, nan sirah iyolah sago, nan baiak iyolah budi nan indah iyolah baso.

Warna Kuning : Melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum.

Artinya bahwa Kehidupan ini memiliki aturan hukum dan tujuan dari ditegakkannya hukum agar manusia melangsungkan Kehidupan tidak sesuai keinginan saja dalam melakukan suatu hal maupun hidup bersosial.

Dengan adanya aturan hukum yang mengatur diharapkan manusia dapat hidup dengan aman, damai, jauh dari hal-hal yang membahayakan.

Mereka yang melanggar hukum juga tentunya akan dibuat jera dan berharap tidak mengulangi kesalahan lagi.

Hukum yang ada di Minangkabau berupa Undang-undang Nagari, Undang-undang Isi Nagari, Undang-undang Luhak dan Rantau dan Undang-undang Duo Puluah.

Warna Merah : Melambangkan keberanian, punyo raso jo pareso.

Artinya keberanian yang berada di Minangkabau, keberanian sesuai dengan ajaran dan falsafah alam Minangkabau sesuai dengan falsafah yaitu, adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Serta memiliki rasa kepekaan, saling menghargai sesuai dengan falsafah yang ada yaitu, tau jo kie kato sampai, alum takilek alah takalam, tau eriang jo gendiang, malompek ikan di dalam aia tau jantan batinonyo.

Pos terkait