Masuk Bursa Cawapresnya Anies, Irwan Prayitno: Saya Serahkan ke PKS dan Partai Koalisi

Irwan Prayitno. (Foto: Kumparan)
Irwan Prayitno. (Foto: Kumparan)

HALONUSA.COM – Mantan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno akhirnya angkat bicara soal namanya masuk bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.

Seperti diketahui, Irwan Prayitno menjadi satu dari 5 nama pilihan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

4 Nama lainnya yang dipilih oleh PKS untuk mendampingi Anies di Pilpres 2024 mendatang antara lain, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Syaikhu, dan Muhammad Sohibul Iman.

Bacaan Lainnya

Nama-nama itu merupakan hasil musyawarah tertinggi PKS yang telah disetujui majelis syura.

Irwan Prayitno pun merespon hal tersebut. Dia menyerahkan semua keputusan tersebut kepada pihak-pihak terkait.

“Saya serahkan semua keputusan kepada PKS, Anies dan koalisi partai,” kata Irwan Prayitno saat dihubungi Halonusa.com, Kamis 24 November 2022.

Menurut Irwan Prayitno, siapa pun wakilnya, yang terpenting baginya adalah Anies Baswedan menjadi pemenang di Pilpres 2024.

“Yang penting bagaimana agar Anies bisa menang jadi Presiden RI,” ucap Gubernur Sumbar dua periode tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara PKS Muhammad Kholid membeberkan 5 nama cawapres pendamping Anies Baswedan.

“Pertama adalah Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat 2 periode, kemudian Hidayat Nur Wahid, ketiga Irwan Prayitno, keempat Ahmad Syaikhu, kelima Muhammad Sohibul Iman, itu keputusan musyawarah majelis syura,” ujar Muhammad Kholid, dikutip dari detik.com.

Kholid menyebut, hasil rekomendasi majelis syura itulah yang kemudian dibawa ke tim kecil dengan NasDem dan Demokrat untuk dibahas. Dia menyebut proses tersebut pun sedang dibahas di dalam tim kecil.

“Saat ini kita sedang lakukan proses itu, proses kita punya kader terbaik kita tawarkan ke Demokrat, kita tawarkan ke NasDem gitu ya, kita tawarkan kepada capres yang saat ini sedang dibahas di tim kecil.”

“Sedang berjalan secara alamiah, macem-macem, platform, design pemerintahan, tanggung jawab pemenangan, dan sebagainya, salah satunya termasuk capres dan cawapres,” tuturnya.

Penetapan 5 nama tersebut, kata Kholid, mengerucut berdasarkan beberapa kriteria terkait capres hasil musyawarah Majelis Syura PKS.

Pos terkait