Melawat ke 76 Rumah Gadang, Perkampungan Adat Sijunjung, Warisan dan Manifestasi Kebudayaan Minangkabau

  • Whatsapp
76 Rumah Gadang (Inggris: Big House) merupakan rumah adat Minangkabau yang berada di Perkampungan Adat Tradisional Sijunjung, Sumatera Barat. (foto: Ade Yuandha)
76 Rumah Gadang (Inggris: Big House) merupakan rumah adat Minangkabau yang berada di Perkampungan Adat Tradisional Sijunjung, Sumatera Barat. (foto: Ade Yuandha)

HALONUSA.COM – 76 Rumah Gadang (Inggris: Big House) merupakan rumah adat Minangkabau yang berada di Perkampungan Adat Tradisional Sijunjung, Sumatera Barat, sebagai pusat hunian penduduk, terdiri atas enam (6) suku Minang, yakni suku Chaniago, Piliang, Malayu, Tobo, Panai, dan Malayu Tak Timbago.

Rumah gadang pusat pembinaan dan interaksi sosial yang nyata dan rumah adat Minangkabau merupakan pusat manifestasi kebudayaan di Ranah Minang.

Bacaan Lainnya

76 Rumah Gadang di Sijunjung dapat disebut sebagai kampungnya rumah gadang yang memiliki gaya seni, bahkan ukiran rumah gadang menyiratkan beragam hal, seperti pepatah yang acap di Minangkabau tersiar yakni ‘Tak lakang dek paneh, tak lapuak dek ujan,” sama halnya 76 Rumah Gadang yang masih berdiri kokoh sampai sekarang dan orang-orang akan menyambut kamu dengan hanga identitas  serta manifestasi kebudayaan Minangkabau.

perwujudan dari jati diri masyarakatnya Minangkabau. Tak banyak dari setiap daerah Minangkabau yang masih memiliki banyak Rumah Gadang.

Kali ini kita akan melipir ke Perkampungan Adat Tradisional Sijunjung untuk melawat ke 76 Rumah Gadang, lokasinya berjarak 1,3 kilometer dari Pasar Sijunjung untuk menuju Perkampungan Adat Sijunjung dan atau 19,7 kilometer dari Muaro Sijunjung dengan waktu tempuh hanya 33 menit.

Bila kamu mengambil titik berangkat dari Kota Padang akan menghabiskan waktu 2 Jam 36 menit untuk jarak tempuh 105 kilometer dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Tentunya perjalanan menuju Perkampungan Adat Sijunjung akan terbayar sudah, apalagi ketika telah berada di Perkampungan Adat Sijunjung.

Bahkan sebelum menuju 76 rumah gadang, ranting dan daun menari-nari menyambut, bahkan siulan burung dari kejauhan begitu riuh tapi sayup, hamparan ladang dan bukit seakan tidak terputus menemani dirimu untuk melangkah, berdamai dengan bumi sebentar dari riuhnya kota.

Pos terkait