Mencekik Angka Kecelakaan, Honda Hayati Bagikan Puluhan Helm SNI kepada Masyarakat Baso

PT Hayati Pratama Mandiri bagi puluhan helm SNI di Baso Kabupaten Agam. (Foto: Humas Hayati)
PT Hayati Pratama Mandiri bagi puluhan helm SNI di Baso Kabupaten Agam. (Foto: Humas Hayati)

HALONUSA.COM – Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas yang dikeluarkan korlantas Polri pada tahun 2021 terdapat lebih kurang 103 ribu kecelakaan lalulintas yang terjadi di Indonesia.

Angka ini merupakan angka yang sangat besar sehingga kecelakaan lalu lintas bisa mengancam setiap pengendara yang menggunakan jalan raya.

Demi untuk mencekik dan menekan angka kecelakaan lalulintas PT.Hayati Pratama Mandiri (HPM) selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda Sumbar bersinergi bersama Satlantas Polresta Bukittinggi memberikan pemahaman dan peringatan ke masyarakat pengguna jalan raya yang harapanya bisa menekan angka kecelakaan Kamis 25 November 2022.

Bacaan Lainnya

Konsistensi dalam melakukan edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara selalu dikedepankan oleh Honda Hayati, buktinya dengan selalu massif dalam sosilisasi dan kampanye tentang keselamatan berkendara terhadap masyarakat.

Melibatkan satlantas polresta bukittinggi kegiatan dimulai dengan kegiatan pembagian puluhan Helm yang telah Standar Nasional Indonesia kepada masyarakat disekitaran Baso, Kabupaten Agam yang sedang berkendara tanpa menggunakan helm.

Marketing Communication and Development Manager PT.HPM Asri Wirawan mengatakan pembagian puluhan helm berstandar SNI ini bertujuan agar masyarakat sadar dan memahami betapa pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara khususnya helm untuk keselamatan dirinya sendiri.

“Sebelum diberikan helm instruktur Safety Riding PT. HPM dan beberapa petugas kepolisian memberikan pemahaman kepada pengendara agar supaya tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan helm saat menggunakan sepeda motor,” ujar Asri Wirawan.

Tak hanya membagikan puluhan helm, Honda Hayati juga mendirikan papan peringatan di sekitaran ruang jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh.

Berdasarkan data yang dipaparkan Polresta Bukittinggi ruas jalan tersebut termasuk lokasi black spot yakni area rawan kecelakaan.

Harapannya dengan dibuatkanya papan peringatan ini secara tidak langsung bisa memperingatkan masyarakat untuk selalu hati-hati saat melewati ruas jalan tersebut.

Pos terkait