Mendes PDTT Gus Halim Berkantor di Sumbar, Luncurkan Pemberdayaan Sarjana Nagari

Mendes-PDTT-Abdul-Halim-Iskandar-tunjuk-Pesisir-Selatan-Sumatera-Barat-puncak-Hari-Bakti-Transmigrasi-2021-Halonusa-
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membuka resmi peluncuran pengembangan kapasitas sumber daya manusia SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka sekaligus penandatangan perjanjian kerja sama, Sabtu 12 Desember 2021 di Convention Hall, Unand, Limau Manih, Padang.

HALONUSA.COM – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar akan berkantor di Sumatera Barat (Sumbar) selama dua hari. Setelah sebelumnya Sabtu 11 Desember 2021 menggelar rapat bersama seratusan wali nagari di Convention Hall, Universitas Andalas (Unand), Limau Manis, Padang.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus peluncuran program Sarjana Nagari/Desa berupa Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa/Nagari mencapai Jenjang S1, S2 dan S3 di Universitas Andalas.

Bacaan Lainnya

Termasuk peluncuran pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka disusul penanda tanganan PKB (Perjanjian Kerja Bersama).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengatakan, daerah Sumatera Barat memiliki keunikan di tiap nagari (desa) yang memiliki sejumlah jorong. Potensi wisata nagari atau desa sangat dibutuhkan inovasi dan pemberdayaan pemuda untuk memajukan nagari.

“Kita berharap, kehadiran Mendes PDTT ini bisa memberikan menggerakkan perekonomian masyarakat nagari atau desa,” kata Wakil Gubernur Audy Joinaldy.

Baca juga: Mendes PDTT Restui Pesisir Selatan Lokasi Puncak Peringatan ke-71 Hari Bakti Transmigrasi

Wagub Audy di hadapan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar juga mengemukakan, nagari atau desa bisa maju tentu membutuhkan pemberdayaan pemuda demi kemajuan dan kemandirian desa-desa di Indonesia termasuk di Sumatera Barat.

“Saat ini di Sumbar terdapat empat desa atau nagari wisata meraih penghargaan,” ucap Audy.

Pos terkait