Menggagas Inovasi Belajar Anak, Lailatul Himni Ditauliah sebagai Pelopor Bidang Pendidikan Kota Padang 2021

  • Whatsapp
Lailatul Himni bersama rekannya saat foto bersama. Dok. Pribadi.
Lailatul Himni bersama rekannya saat foto bersama. Dok. Pribadi.

HALONUSA.COM – Ternyata muda dan berbahaya ditilik dari sisi positif berdampak baik, seperti halnya Lailatul Himni, puan asal Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Ia baru-baru ini ditauliah sebagai Pemuda Pelopor Kota Padang bidang pendidikan. Gemilang sekaligus amanah diberikan, setelah Lailatul Himni menjibakui ide dalam mewujudkan terobosan terbaru terhadap pembelajaran dalam dunia pendidikan yang diprakarsai 2018.

Baca juga: 5 Juli 2021, PPDB Digelar Dinas Pendidikan Kota Padang

Ide yang dimaksud ialah sebagai upaya dalam memudahkan anak-anak memetik prestasi maupun kurang mampu dari segi ekonomi untuk memperoleh pendidikan lebih.

“Jangan ada lagi anak dan pemuda tidak mendapat pendidikan lebih dan atau tidak mengetahui bakat kemana diarahkan atau mengembangkannya,” ujar Lailatul Himni, saat wawancara Kamis (3/6/2021).

Guru kelahiran 26 tahun silam itu bersyukur, sebab dapat lolos sebagai Pemuda Pelopor tingkat kota di Padang.

Lailatul Himni sebagai nativespeaker terhadap anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Padang. Dok. Pribadi.
Lailatul Himni sebagai nativespeaker terhadap anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) se Kota Padang. Dok. Pribadi.

“Saya bersyukur lalu bangga karena perjuangan membuat inovasi mendapat apresaisi luar biasa,” tutur Alumini S1, Ilmu Komunikasi Universitas Andalas.

Baca juga: Dewi Sutan Riska: Inovasi IGTKI Sangat Dibutuhan Demi Pendidikan Anak Usia Dini

Walau demikian, perempuan berparas manis itu pula mengomitkan dirinya untuk terus berjuang, serta berupaya mengalirkan ide dalam hal memudahkan anak-anak dan pemuda Indonesia memperoleh pendidikan lebih baik, tepatnya dengan mengenali potensi diri.

Bagaimana pendidikan terhadap anak di Padang? Lailatul Himni menjawab, pada beberapa kecamatan di Padang sangat memerlukan perhatian khusus terhadap pendidikan anak. Bahkan pada situasi pandemi Covid-19, anak-anak teramat sulit memahami pembelajaran yang dilakukan secara virtual atau Online.

Menurutnya, pemberlakukan pembelajaran secara virtual masih terdapat anak-anak gagal memahami pelajaran, ini kemudian berdampak pada kemunduran belajar.

Seharusnya sambungnya, terkait hal ini perlu mengonsepkan belajar menyenangkan, tentunya dengan menyediakan kelas gratis bagi anak kurang mampu di Kota Padang, Sumatera Barat.

Baca juga: Sajikan Data Awal Disertasi, Mahasiswa S3 Pendidikan Seni UNNES Gelar Pameran Daring

Lailatul Himni melanjutkan, pada dasarnya anak-anak memiliki kecerdasan, hanya saja belum mengenali dirinya dan acap kebingungan bagaimana mengembangkan potensi diri ke arah yang lebih tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Justru pengenalan diri salah satu faktor yang akan menumbuhkan gairah untuk mengembangkan potensi diri yang kemudian memudahkan mencapai kesuksesan,” tutup Himni. (tan)

Pos terkait