Menghilang 2 Tahun, Penipu Ratusan Juta Rupiah Dibekuk di Jakarta

Ilustrasi penangkapan. (Foto: Dok. Istimewa)
Ilustrasi penangkapan. (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Menghilang selama 2 tahun, seorang penipu akhirnya dibekuk tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang pada Minggu 6 November 2022.

Terpidana berinisial AS tersebut diamankan di daerah Kebon Jeruk, Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB.

Asintel Kejati Sumbar Mustaqpirin menyebutkan, permohonan pencarian terpidana disampaikan Kejari Padang, yang ditindaklanjuti dengan kolaborasi dengan Kejagung dan Kejati DKI Jakarta.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari hal itu, selanjutnya dikumpulkan bukti-bukti. Kemudian, terhadap informasi yang dikumpulkan, terpidana terverifikasi berada di Jakarta.

“Jumlah tim ada sebelas orang, berangkat Minggu malam (6/11). Sampai Jakarta langsung bergerak ke objek pengamatan,” katanya.

Setelah tim sampai di kediaman AS, yang bersangkutan tidak ada di tempat itu. Kemudian dilakukan pendekatan yang persuasif, lalu hingga dia ditangkap.

“Putusan MA terhadap kasasi jaksa, bahwa terpidana bersalah dan sudah inkrah. Selanjutnya terpidana dibawa ke Padang. Diketahui oleh keluarga,” katanya.

Kepala Kejari Padang M. Fatria mengatakan, Pengadilan Negeri Padang memutus kasus ini pada 2019, terdakwa terpidana dibebaskan.

Kemudian, atas hasil ini jaksa melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), dan putusan MA pada 3 Maret 2020, terpidana terbukti bersalah dan dihukum 2 tahun penjara.

Atas putusan MA ini terpidana tidak menanggapi pemanggilan jaksa untuk eksekusi hukuman.

“Hingga kemudian pada 18 Februari 2021 diterbitkan DPO terhadap terpidana. Hingga pemanggilan ketiga, terpidana tidak muncul. Kemudian Kejari Padang minta tolong ke Kejati Sumbar untuk membantu,” kata Kejari Padang.

Seperti diketahui sebelumnya, AS (41), menjalani sidang perdana Pengadilan Negeri (PN) Padang pada Juni 2019.

Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta tersebut, didakwa dengan ancaman pidana Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP, atas dugaan kasus dugaan penggelapan terhadap saksi yang sekaligus korban, Rosman Muchtar.

Dalam dakwaan disebutkan, berawal Februari 2017, terdakwa meminta Z untuk berkordinasi dengan korban RM berinvestasi pengiriman cooper slag.

Pos terkait