Mobilitas Penerbangan Meningkat, Pesawat Malah Kewalahan

  • Whatsapp
Bandara Internasional Minangkabau - Kariadil Harefa (@tanharimage)
Bandara Internasional Minangkabau - Kariadil Harefa (@tanharimage)

 HALONUSA.COM – Mobilitas masyarakat kian meningkat dan kembali normal saat memasuki pasca puncak pandemi Covid-19, hanya saja penerbangan di Indonesia menjadi persoalan, lantaran keterbatasan jumlah penerbangan.

“Kalau demand meningkat dan supply terbatas karena banyak pesawat di-grounded dan dikembalikan pada saatnya akan terjadi kelangkaan kursi penerbangan,” kata Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto, Selasa (19/10/2021)

Bacaan Lainnya

Menukil dari CNBC Indonesia, aktivitas mobilitas masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 45-50 ribu penumpang, dan itu nyaris lebih meningkat dibanding masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang jumlah penumpang mencapai per hari 10-13 ribu jiwa.

Informasi data dari INACA, terjadinya peningkatan membuat maskapai penerbangan terpaksa mencari solusi cepat, sebab dipengaruhi beberapa waktu lalu sepinya penumpang, sehingga armada penerbangan pun mengurangi jadwal operasi maskapai.

Menurut Bayu Sutanto, ini tentu sangat sulit dihadapi terutama penambahan armada, dan saat ini terjadi perdebatan maskapai dengan penyedia sewa pesawat (lessor).

“Dalam waktu dekat kemungkinan tidak akan ditambah karena masih adanya dispute dengan lessor dan country risk yang naik, sehingga lessor enggan me-lease pesawat ke Indonesia,” katanya.

Sementara dari sisi maskapai sendiri seperti Garuda Indonesia menjawab tantangan itu, dari total 144 armada pesawat telah mengoperasionalkan 40 armada pesawat.

“Masih cukup, armada sekitar 40an tapi terus naik jadi angkanya berubah terus. Kenaikan jumlah penumpang terjadi sesekali penerbangan juga penuh ,“ kata Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia. (*)

Pos terkait