‘On Dangerous Ground’: Amerika Serikat tak Tinggalkan Laut Tiongkok Selatan

Penulis buku 'On Dangerous Ground: America’s Century In The South China Sea', Gregory B Poling. (Foto: Dok. Istimewa)
Penulis buku 'On Dangerous Ground: America’s Century In The South China Sea', Gregory B Poling. (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tetap konsisten dengan sikap prioritasnya terhadap Laut Tiongkok Selatan serta langkah yang dilakukan ke depannya.

Hal tersebut tertuang saat bedah buku bertajuk ‘On Dangerous Ground: America’s Century In The South China Sea’ karya Senior Fellow and Director Center For Strategic and International Studies, Gregory B Poling.

Bacaan Lainnya

Pakar terkemuka dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan tersebut mengaku membuat buku tersebut hingga 3,5 tahun lamanya.

Rencananya buku tersebut akan dipasarkan secara dunia, namun buku ini hanya baru beredar di AS.

“Ke depannya, buku ini akan beredar di beberapa negara di dunia,” kata Pemimpin Program Asia Tenggara dan Inisiatif Transparansi Maritim Asia di Pusat Studi Strategis dan Internasional tersebut, Senin (8/8/2022) di American Corner, Universitas Andalas (Unand), Kota Padang.

Gregory telah melakukan sejumlah penelitian tentang aliansi dan kemitraan AS, demokratisasi dan pemerintahan di Asia Tenggara, serta keamanan maritim di seluruh Indo-Pasifik.

Gregory Poling yang didampingi Wakil Konsul AS untuk Sumatera, Jessica Chesbro menceritakan kalau Pemerintah ‘Paman Sam’ sudah lama fokus terhadap persoalan di Laut Cina Selatan.

Pasalnya, AS ingin mempertahankan akses tanpa hambatan ke perairan ini dan mempertahankan perdamaian regional dan stabilitas di kawasan.

Selain itu, juga ada kepentingan ekonomi khususnya di jalur perdagangan internasional yang sebagian besar melewati kawasan perairan ini.

Pos terkait