Parkir di BIM Kena Rp372 Ribu, Warga Ini Malah Disuruh Transfer ke Rekening Pribadi

Aktivitas penerbangan dan keberangkatan calon penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (Foto: Dok. Istimewa)
Aktivitas penerbangan dan keberangkatan calon penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Seorang warga Sumatera Barat mengeluhkan pembayaran parkir di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur.

“Saya sangat terkejut dengan tarif parkir yang dibebankan kepada saya oleh petugas parkirnya, selain itu, pembayarannya juga ditransfer ke rekening pribadi,” kata seorang warga Pasaman Barat, Buyung Alfajri kepada Halonusa.com.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut berawal saat dirinya masuk ke BIM pada tanggal 20 November 2022 dan membeli kartu Brizi untuk bisa masuk.

Bacaan Lainnya

“Saya diminta untuk membeli kartu Brizi dengan harga Rp35 ribu. Karena saya memang mau masuk, saya beli saja,” katanya.

Buyung terkejut saat melakukan pengecekan nominal yang ada di dalam kartu tersebut yang hanya sebesar Rp8.000 saja.

“Karena sudah berada di dalam, saya biarkan saja lagi dan saya berangkat ke Jakarta dan memarkirkan mobil saya di parkiran inap di BIM,” lanjutnya.

Setelah sepekan, ia kembali dari Jakarta dan mengambil kembali mobil yang ia letakkan di parkiran inap tersebut.

“Saya terkejut mendengar uang parkirnya yang sampai Rp372 ribu,” lanjutnya.

Ia telah menanyakan kepada petugas parkir tersebut dan mereka memang mengatakan bahwa harga memang sebesar itu.

“Hal yang membuat saya kecewa lagi adalah, petugas itu meminta saya untuk mentransfer uang tersebut ke rekening BRI,” katanya.

Ia mentransfer uang sebesar Rp372 ribu ke rekening pribadi atas nama Fitri Hariyani yang tidak diketahui itu rekening siapa.

Sementara itu, pihak Angkasa Pura II saat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak mau memberikan keterangan dan tanggapan. (*)

Pos terkait