Pemerintah Siapkan 28 Juta Dosis Vaksin Atasi PMK Ternak dan Ganti Rugi Sapi yang Dimatikan Paksa

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Kepala BNPB, Suharyanto (kanan). (Foto: Dok. Humas BNPB)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) dan Kepala BNPB, Suharyanto (kanan). (Foto: Dok. Humas BNPB)

HALONUSA.COM – Pemerintah menyiapkan 28 hingga 29 juta dosis untuk mengatasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di tanah air serta menyiapkan ganti rugi sapi yang dimatikan paksa.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menyiapkan obat-obatan, vaksinator dan mekanisme keluar masuk peternakan.

Airlangga mengatakan, pengawasan biohazard melalui disinfektan penting untuk terus dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Pergantian terutama terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM sekitar Rp10 juta per sapi,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan melarang hewan hidup terutama sapi untuk bergerak di daerah yang terdampak PMK.

“Pertama untuk daerah berbasis level mikro seperti di penanganan Covid di PPKM, ini akan diberikan larangan hewan hidup dalam hal ini sapi untuk bergerak di daerah level kecamatan yang terdampak penyakit mulut dan kuku atau kita sebut dengan daerah merah,” ujarnya.

Pemerintah, katanya, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK yang akan dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto bersama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

“Sekitar 28 atau 29 juta dosis seluruhnya akan dibiayai dengan dana dari KPCPEN,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan turun langsung ke lapangan untuk mengatasi permasalahan PMK di Indonesia sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan dapat waktu dekat.

“Setelah ini akan dilaksanakan rapat-rapat koordinasi dan turun ke daerah, khususnya daerah-daerah yang merah. Para Gubernur, Bupati, Wali Kota dimohon menyiapkan sehingga bisa bersama-sama menangani penyakit mulut dan kuku pada ternak di negeri ini secepat mungkin,” tuturnya. (*)

Pos terkait