Pendaki Alami Hipotermia Saat Mendaki Gunung Talamau, Apa Itu Hipotermia?

pendaki-alami-hipotermia-saat-mendaki-gunung-talamau-apa-itu-hipotermia
The NOLS Blog

Hipotermia

Kondisi saat mengalami Hiportemia dapat berujung kematian dan kegagalan sistem pernapasan, sistem sirkulasi (jantung).

Hiportemia dirasakan ketika temperatur suhu tubuh menurun drastis atau di bawah suhu normal yang membutuhkan metabolisme dan fungsi tubuh di bawah 35 derajat celcius.

Selain itu juga dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit. Contohnya termasuk paparan dingin atau aktivitas fisik yang ekstrem.

Bila siapa pun mengalami Hiportemia diharuskan mendapatkan penanganan sesegara mungkin karena dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf atau fungsi organ lainnya.

Faktor Risiko Hipotermia

Beraktivitas terlalu lama di tempat yang dingin, seperti mendaki gunung atau berenang.

Mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kedua kebiasaan tersebut bisa menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga tubuh akan melepaskan panas yang tinggi dari permukaan kulit.

Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan.

Pengaruh penyakit tertentu yang memengaruhi pengendali suhu tubuh, seperti anoreksia nervosa, stroke, dan hipotiroidisme.

Penyakit yang memengaruhi memori, misalnya penyakit Alzheimer, karena tidak sadar sedang kedinginan atau tidak paham apa yang harus dilakukan.

Usia bayi dan manula, akibat kemampuan mengendalikan temperatur tubuh yang belum sempurna pada bayi dan menurun pada manula.

Penyebab Hipotemia

Penyebab umum hipotermia adalah paparan suhu dingin atau air dingin dalam waktu yang lama tanpa perlindungan yang cukup, misalnya akibat:

Berada terlalu lama di tempat dingin.

Pos terkait