Pengakuan Guru Ngaji Cabul di Padang, Pernah Korban Pencabulan?

Pengakuan Guru Ngaji Cabul di Padang
Pengakuan Guru Ngaji Cabul di Padang

HALONUSA.COM – Guru mengaji (Ngaji) yang diduga mencabuli belasan anak di Kota Padang mengaku telah melakukan aksinya sejak tahun 2019 lalu.

“Sejak tahun 2019 saya melakukannya,” kata tersangka yang diamankan Satreskrim Polresta Padang atas dugaan pencabulan saat ditanya Halonusa.com.

Lelaki yang berinisial MST itu mengatakan bahwa ia mencabuli anak-anak bawah umur sebab dirinya pernah menjadi korban pencabulan,  ketika berusia lima (5) tahun.

Bacaan Lainnya

“Saya pernah mengalami hal yang sama. Tapi tidak disodomi,” katanya.

Menurut pengakuannya, hal tersebut yang selalu membayang di benaknya dan mencabuli beberapa orang anak yang sering berkunjung ke musala yang ia bangun.

Dari pengakuannya, ia hanya cabul terhadap 3 anak saja dan untuk belasan lainnya tidak pernah dilakukan hal serupa.

“Hanya tiga orang itu saja. Yang lain hanya pergi bermain ke tempat saya,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tertarik kepada lelaki dan perempuan selama ini hingga melakukan perbuatan yang melanggar hukum tersebut.

Mengutip Halonusa.com, seorang guru ngaji di Padang dilaporkan melakukan tindakan sodomi terhadap sejumlah anak di bawah umur.

Pelaku diketahui berinisial M, 60 tahun dan berprofesi sebagai guru mengaji di kawasan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: Sejarah Cagar Budaya Rumah Eks Controlleur 1916 di Kabupaten Agam

Baca juga: Sejarah Cagar Budaya Masjid Ummilquro 1907 di Kabupaten Agam

“Terungkap setelah satu korban melapor kepada kami,” kata Kepala Unit (Kanit) Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang, Ipda Dwi Jatmiko kepada awak media, Sabtu (20/11/2021).

Dwi mengatakan, laporan tersebut dilayangkan langsung oleh orang tua salah satu korban ke Polresta Padang.

“Usai melapor, langsung diproses oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang,” katanya.

Dwi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menerima tiga laporan polisi terkait kasus yang diduga dilakukan oleh sang ustaz.

“Yang jelas yang sudah melapor tiga orang, nanti (untuk) pengembangan pihak penyidik yah,” tuturnya. (*)

Pos terkait