Penyebaran Budaya Korea di Indonesia dan Bagaimana Cara Menyikapinya

Cici Indri Wahyuni. (Foto: Dok. Pribadi)
Cici Indri Wahyuni. (Foto: Dok. Pribadi)

Bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara fanatisme atau kecintaan terhadap idola dengan solidaritas yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi fanatisme maka semakin tinggi juga tingkat solidaritas
antaranggota.

Kebersamaan dan keterikatan tersebut juga dapat mendorong lahirnya inovasi dan ide-ide positif yang tidak hanya berdampak pada internal komunitas, namun juga dapat berdampak luas kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sebagai contohnya adalah saat fenomena hebohnya BTS Meal, dimana komunitas fans BTS atau ARMY menggalang dana bersama-sama untuk memberi bantuan kepada para pengendara ojek online yang telah berusaha mengantri dan mendedikasikan waktunya untuk mendapatkan pesanan BTS Meal.

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kekaguman dan menyukai karya ataupun seseorang, terkhusus idola, merupakan hal yang wajar dialami.

Akan tetapi, kesenangan tersebut harus memiliki batas, tidak terlalu berlebihan, dan imbang dengan hal lainnya.

Menyukai budaya Korea merupakan hal yang sah-sah saja, namun jangan melupakan bahwa kita adalah Indonesia.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga harus berperan dalam pengembangan budaya kita sendiri agar tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan globalisasi saat ini. (*)

Pos terkait