Penyimpanan Vaksin ‘Tergantung’ Kualitas Rantai Dingin (Cold Chain)

Vaksin yang disimpang dalam Rantai Dingin (Cold Chain) | Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Halonusa

Biasanya digunakan untuk penyimpaan vaksin campak, BCG, DPT, TT, DT, Hepatitis B, DPT-HB.

Kedua freezer atau freezer room (suhu -15oc s/d-25oc) untuk menyimpan produk beku contohnya vaksin polio.

Baca juga: Vaksin Corona tiba di Sumbar, Vaksinator bakal Vaksinasi 2.500 Tenaga Kesehatan Padang

Bacaan Lainnya

Bila kualitas rantai dingin tidak standar maka bisa berpengaruh pada kualitas vaksin yang diberikan.

Namun bilamana rantai dingin sesuai standar, sudah dapat dipastikan kualitas vaksin diberikan tetap terjaga.

Seperti dikemukakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H.M. Subuh, MPPM, kepada sejumlah media pada kegiatan temu media dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia tahun 2017 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa siang (25/4/2017).

“Dengan rantai dingin yang standar kualitasnya baik, kualitas vaksin yang diberikan akan tetap terjaga,” ungkapnya.

Baca juga: Seberapa Efektif Vaksin Covid-19 Terhadap Antibodi Manusia? Ini Penjelasan Dr. Ir. Penny K. Lukito

Penyimpanan vaksin membutuhkan suatu perhatian khusus, karena vaksin merupakan sediaan biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan.

Sementara dalam Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan bahwa vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak.

Sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas.

Sekarang, hanya vaksin polio yang masih memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dibawah 0°C.

Baca juga: Perawat di Amerika Positif Corona Setelah Disuntik Vaksin, Dokter: Tidak Masuk Akal

Sementara sejumlah vaksin, seperti Hepatitis B, DPT-HB-Hib, IPV, DT, Td akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu beku.

Kemudian vaksin Polio, BCG, dan Campak akan berpotensi rusak jika terpapar suhu panas.

Namun secara umum, vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

Sumber: Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian kesehatan RI. (*)

Pos terkait