Perbedaan  Sinematografi dan Videografi di Era Peralihan Analog Menuju Digital, Ini Penjelasannya!

black-dslr-camera-mount-on-tripod-walpaper-Flare-Halonusa-Ade-Yuandha(@Ade_Yuandha)
Perbedaan  Sinematografi dan Videografi di Era Peralihan Analog Menuju Digital, Ini Penjelasannya! (Foto: Wallpaper Flare/Halonusa)

HALONUSA.COM – Peralihan analog menuju digital bisa dikatakan relatif banyak berkontribusi pada perkembangan teknologi di dalam bidang industri. Tidak terlepas jua teknologi dalam bidang audio visual, khususnya industri film.

Bisa dikatakan demikian sebab peralihan tadi mampu mengganti atau bahkan melahirkan istilah-istilah yang belum pernah terdapat sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, kata sinematografi hanya merujuk pada sebuah disiplin ilmu yang artinya salah satu aspek yang membangun sebuah film.

Tetapi, hal ini tidak jarang pula kita mendengar kata tadi dipergunakan pada luar industri film. Kerap terjadi penggunaannya pada seni dalam memproduksi sebuah video, yang sebenarnya lebih tepat bila memakai kata videografi.

Meski sama-sama ialah istilah dalam bidang audio visual dan terasa tipis perbedaannya, perbedaan videografi dan sinematografi sebenarnya cukup kentara.

Untuk menghindari timbulnya kekeliruan yang berkelanjutan, simak pembahasan apa yang sebenarnya menjadi perbedaan videografi serta sinematografi ini dia!

Perbedaan Sinematografi dan Videografi

Semenjak lahirnya industri film, kata sinematografi merujuk pada sebuah disiplin ilmu yang dipelajari serta diterapkan oleh profesi sinematografer atau yang biasa dianggap menggunakan DP/DoP (Director of Photography) dalam sebuah produksi film.

Sinematografi meliputi segala elemen visual yang akan ditampilkan di layar waktu film ditayangkan.

Elemen-elemen tersebut meliputi framing, zooming, exposure, tata cahaya, komposisi, pergerakan kamera, sudut-sudut kamera, pemilihan film, pemilihan lensa, fokus, warna, penggunaan filter, dan depth of field.

Pos terkait