Perjuangan Brown Untuk Diakui Sebagai Penemu Sah Peninggalan Sejarah Angloo-Saxon

Novel The Dig. (Foto: Dok. Istimewa)
Novel The Dig. (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Ragiel Wieri Putra (Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Andalas, 2021)

HALONUSA.COM – ‘The Dig’ menceritakan tentang sejarah arkeologi paling terkenal dalam sejarah Inggris modern.

Bacaan Lainnya

Berlatar pada tahun 1939, Edith Pretty seorang pemilik tanah kaya raya di Sutton Hoo, Inggris, meminta bantuan arkeolog amatir, Basil Brown untuk mencari tahu apa yang tersimpan di bawah gundukan tanah miliknya.

Edith meyakini, ada harta bersejarah yang terpendam di sana.

Diawali ketika Brown menemukan kerangka kapal tersebut yang kemudian diketahui oleh pihak museum. Penemuan besar itu membuat pihak museum saling berebut untuk memiliki hak atas proses penggalian.

Tak beberapa lama kemudian orang-orang dari situs nasional datang mengambil alih situs penemuan tersebut atas perintah kantor pemerintah Inggris.

“Hmm? Apa yang akan saya katakan. Pertama-tama, saya ingin mendukung pendapat Nyonya Pretty tentang kemampuan anda. Anda telah melakukan pekerjaan kelas satu di sini,” katanya.

Pengetahuan anda tentang tanah Suffolk tidak ada duanya. Terus terang, saya ragu apakah ada yang bisa melakukan lebih baik. Namun, seperti yang telah ditunjukkan oleh Nyonya Pretty, sekarang ini adalah penggalian yang sangat penting, di antara yang paling penting yang pernah dilakukan di negara ini.

Salah satu yang tidak bisa ditinggalkan di tangan tim yang agak ad-hoc dari apa, dengan kemauan terbaik di dunia, hanya dapat digambarkan sebagai museum provinsi kecil, apalagi di saat kritis ini.

Pos terkait