Petambak Garam di Aceh Menerima Bantuan Pugar dari KKP Sebesar Rp1,3 miliar

Petambak Garam di Aceh Menerima Bantuan Pugar dari KKP Sebesar Rp1,3 miliar
Pertanian dan perkebunan garam (pixabay
HALONUSA.COM - Memulihkan perekonomian usaha bagi petambak garam di Aceh, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelontorkan bantuan program pengembangan usaha garam rakyat (pugar) senilai Rp1,3 miliar.

Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu menyampaikan, ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Kegiatan ini erat dengan program pemulihan ekonomi nasional," kata Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Penangkapan Menteri KKP, Seakan Mengingat Sikap ‘Tanpa Kompromi’ Susi Pudjiastuti

Bantuan pugar di Banda Aceh terbagi di beberapa lokasi, seperti di Pidie Jaya menghasilkan rumah tunnel sebanyak 80 unit beserta kelengkapannya yang terbagi di tiga lokasi.

Kelompok pertama adalah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Makmur Sejahtera yang berlokasi di Gampong Lancang, Kecamatan Bandar Baru.

Kedua, Kelompok Pante Kutaran yang akan mengelola di Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu. Terakhir, Kelompok Pugar Baru yang bertempat di Gampong Peurade, Kecamatan Panteraja.

Baca juga: Edhy Prabowo Resmi Mundur Sebagai Menteri KKP, Luhut Pengganti Sementara

Lanjut Tb Haeru, terkait program ini ada ada 20 kabupaten dan kota yang menjadi target untuk penyaluran bantuan usaha pergaraman.

Kegiatan pugar dilaksanakan secara maraton untuk bisa menyerap tenaga lokal agar membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi virus Covid-19.

"Program pugar bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat sekaligus mendukung pencapaian swasembada garam nasional," tegasnya.

Baca juga: Penangkapan Menteri KKP, Seakan Mengingat Sikap ‘Tanpa Kompromi’ Susi Pudjiastuti

Bantuan dana sebesar Rp1,3 miliar itu telah diserahkan secara langsung oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang kepada tiga kelompok petambak garam, di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Adapun berupa rumah tunnel garam, penataan lahan pendukung rumah tunnel garam, dan sarana prasarana pendukung rumah tunnel.

"Rumah tunnel garam merupakan salah satu metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam," katanya

Ini memungkinkan produksi garam dilakukan sepanjang tahun termasuk dalam musim penghujan. (tan)

Berita Lainnya

Index