Polisi yang Tangkap Warga Padang Pariaman dan Meninggal Dipanggil Propam, Ahmad: Saya Menunggu

Ilustrasi polisi. (Foto: Dok. Ilham Medio Agusta/Halonusa.com)
Ilustrasi polisi. (Foto: Dok. Ilham Medio Agusta/Halonusa.com)

HALONUSA.COM – Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Pariaman, AKP Ahmad Ramadhan tidak menampik bahwa dia dan anggotanya diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman.

Hal tersebut buntut dari meninggalnya seorang tangkapan mereka yang bernama Yasri alias Peter, 39 tahun, dalam dugaan kasus penyalahgunaan narkotika pada Selasa (15/3/2022) pagi.

Bacaan Lainnya

“Iya, Informasi (pemeriksaan) itu benar, sekarang baru anggota yang ikut penangkapan diperiksa,” kata Ahmad kepada Halonusa.com via pesan WhatsApp.

Baca juga: Kesaksian Wali Nagari Sebelum Warga Padang Pariaman Meninggal Usai Ditangkap, Sempat Dengar Letusan Pistol

AKP Ahmad Ramadhan mengatakan, total tiga anggota yang berada di lokasi penangkapan diperiksa dan diminta keterangan oleh tim Propam Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman.

“Saya menunggu akan dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Sebelumnya, AKP Ahmad Ramadhan menyebut bahwa Peter meninggal usai diamuk massa lantaran masyarakat tak suka dengan perbuatannya.

Namun, hal tersebut dibantah Wali Nagari Sungai Asam, Nofri Hardi Saputra.

“Saat (penangkapan), Ketua Pemuda (setempat) menelpon saya bahwa korban lari, saat itu terdengar letusan pistol sebanyak dua kali dari balik telepon,” katanya kepada Halonusa.com via seluler, Selasa (15/3/2022) malam.

Baca juga: 2 Tangkapan Polisi di Sumbar Meninggal dalam Sepekan, Ini Daftarnya

Nofri menyebut, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 20.00 WIB dan di saat masyarakat masih ramai beraktivitas di luar rumah.

Pos terkait