PPDB Sumbar 2022, Ada 4 Jalur Pendaftaran, Jangan Sampai Salah Pilih

Ilustrasi PPDB Sumbar
Ilustrasi PPDB Sumbar

HALONUSA.COM – Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sumatera Barat akan dilaksanakan pada 16 Juni 2022 mendatang.

Untuk PPDB tahun 2022 ini, ada sebanyak empat jalur pendaftaran yang bisa diikuti oleh setiap siswa yang baru tamat dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Sumatera Barat.

Sekretaris Panitia PPDB tahun 2022 yang juga Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Disdik Provinsi Sumatera Barat, Suindra mengatakan bahwa jalur penerimaan tersebut akan mulai dibuka pada tanggal 16 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Pertama adalah jalur Zonasi yang merupakan jalur penerimaan terbanyak. Untuk jalur Zonasi ini akan disesuaikan dengan jarak sekolah dan rumah siswa,” katanya.

Ia mengatakan bahwa untuk jalur zonasi tersebut, siswa diwajibkan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) di formulir pendaftarannya.

“Selain itu, siswa juga harus mengisi titik koordinat rumahnya dan sistem akan langsung membaca jaraknya dengan sekolah,” katanya.

Selanjutnya adalah jalur prestasi yang bisa diikuti oleh para siswa yang baru menamatkan pendidikan di jenjang SMP.

“Untuk jalur prestasi ini ada beberapa hal yang bisa diikuti oleh siswa seperti jalur prestasi non akademik,” katanya.

Untuk jalur prestasi non akademik yang bisa diikuti adalah prestasi di bidang olahraga dan juga bidang tahfiz quran.

“Untuk jalur prestasi akademik, siswa harus mengupload nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5. Untuk non akademiknya siswa harus mengupload piagam yang diperoleh,” lanjutnya.

Selanjutnya adalah jalur afirmasi yang bisa diikuti oleh siswa. Jalur afirmasi ini diperuntukkan bagi siswa yang kurang mampu dengan jumlah 15 persen dan total jumlah penerimaan siswa.

“Untuk jalur afirmasi ini, siswa harus mengupload file Program Keluarga Harapan (PKH) yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial masing-masing daerah,” lanjutnya.

Selain itu, untuk jalur afirmasi juga diberikan tempat bagi siswa berkebutuhan khusus sebanyak 5 persen.

“Untuk siswa berkebutuhan khusus ini, harus mengupload hasil spesimen dari lembaga yang berkompeten,” lanjutnya.

Pos terkait