Pria Asal Pasaman Dituding Gelapkan Sepeda Motor, Keluarga: Sepeda Motor Itu Hadiah

Pria Asal Pasaman Dituding Gelapkan Sepeda Motor, Keluarga: Sepeda Motor Itu Hadiah
Ilustrasi pencurian motor. (Foto: Freepik)
HALONUSA.COM - Seorang pria bernama Malauddin Hasibuan ditahan polisi dalam kasus dugaan penggelapan sepeda motor.

Warga Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) tersebut ditahan polisi pada Agustus 2021 tersebut.

Pihak keluarga menyebut sepeda motor yang dituding pelapor merupakan hadiah.

Hal tersebut disampaikan oleh Nursakinah Hasibuan dalam video berdurasi 4 menit 7 detik.

"Saya merasa sedih, orang tua kami mendapat perlakuan tidak adil, kami merasa dizalimi," katanya.

Menurutnya, permasalahan yang timbul merupakan internal keluarga yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, dipaksakan oleh Polres Pasaman, Lubuk Sikaping, Sumbar, untuk diproses hukum.

"Bagaimana mungkin orang tua (pelaku) penggelapan motor, sementara motornya aman dan tak berpindah tangan," katanya.

Padahal, katanya, permasalahan sudah digelar oleh Polda Sumbar dan direkomendasikan Ditreskrimum diselesaikan secara kekeluargaan.

"Motor yang dituduhkan digelapkan bukan milik pelapor, melainkan milik orang tua kami yang diperoleh dari bonus pembelian oli terbanyak," katanya.

Dia meminta polisi untuk tidak menzalimi dan mengkriminalisasi orang tuanya.

Tak hanya itu, dia melihat Polres Pasaman tidak profesional, ada keberpihakan dan kepentingan lain.

"Sehingga terkesan memaksakan masalah ini diproses secara hukum," katanya.

Dia meminta kepada Kapolda Sumbar dan Kapolri untuk mengimplementasikan nilai Presisi.

"Kami merasa ini adalah penzaliman terhadap orang tua dan keluarga kami. Saya berharap agar keadilan bisa ditegakkan dan diperoleh atas permasalahan yang dihadapi orang tua kami," katanya.

Dia juga meminta kepada keadilan kepada Kapolri untuk menindak oknum yang sengaja mengkriminalisasi orang tuanya.

"Serta kepada Kapolda Sumbar untuk mengevaluasi jajarannya terutama di wilayah Polres Pasaman," katanya.

Tak hanya ke polisi, dalam videonya Nursakinah juga meminta Kejaksaan Agung untuk menegur Kejari Pasaman yang sempat menerima berkas kasus supaya menganulir kembali untuk memperbaiki nama baik orang tuanya.

"Bapak Kapolri dan Kapolda, saya meminta keadilan ini untuk orang tua kami, dan saya yakin sekali, bapak memiliki hati nurani dan pasti melindungi rakyatnya dari perlakuan yang tidak adil, kami keluarga merasa dizalimi," tuturnya. (*)

Berita Lainnya

Index