Profil Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia dan Pahlawan Nasional dari Minangkabau

Roehana-Koeddoes-Rohana-Kudus-Ruhana-Kudus-Hari-Pahlawan-Nasional-Presiden-Jokowi-Minangkabau-Wartawan-Perempuan-Perjuangan-Perempuan-Wartawan-Indonesia-Belanda-
Pendiri Rohana School menghadap sang Khalik pada usia ke-88, 17 Agustus 1972 dan keluarga memakamkan Pahlawan Nasional perempuan Indonesia di tempat pemakaman umum (TPU) Karet, Jakarta.

HALONUSA.COM –  Pada tampilan Google, 8 November 2021 kemarin, menampilkan Rohana Kudus (Roehana Koeddoes) di Google Doodle, lalu siapa dia?

Google Doodle merayakan pendidik dan jurnalis perempuan Indonesia Roehana Koeddoes (Rohana Kudus).

Bacaan Lainnya

Sejak 2018, Pemerintah Sumatera Barat sudah mengajukannya sebagai pahlawan nasional dari Sumatera Barat, namun belum membuahkan hasil.

Yang kemudian Jumat (8/11/2019), Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta.

Termasuk  Rohana Kudus, pejuang seumur hidup untuk memperjuangkan kesetaraan dan kebebasan berekspresi perempuan.

Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan dari para pahlawan yang telah gugur saat masa penjajahan terdahulu.

Peringatan ini jatuh pada setiap tanggal 10 November tiap tahunnya.

Menukil Klikoran.com (Halonusa grup) membahas mengenai Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia yang dianugerahi Pahlawan Nasional Indonesia.

Di Minangkabau pun, daerah yang memiliki konsep lokal wanita sebagai Bundo Kanduang juga mempunyai sejarah dan pergerakan pemberdayaan perempuan. Setidaknya, ini dibuktikan oleh Rohana Kudus dalam lintas pergerakan perempuan masa lalu di Minangkabau.

Pergerakan-pergerakan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Rohana Kudus adalah simbol manifestasi perjuangan kaum perempuan dari realita yang tidak seimbang memandang perempuan itu sendiri.

Profil Rohana Kudus/ Roehana Koeddoes

  • Kelahiran: 20 Desember 1884, Koto Gadang
  • Meninggal: 17 Agustus 1972, Jakarta
  • Lahir: 20 Desember 1884; Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda
  • Orang tua: Mohamad Rasjad Maharadja Soetan (ayah), Kiam (ibu)
  • Suami: Abdoel Koeddoes
  • Saudara kandung: Sutan Syahrir

Perjuangan Rohana akhirnya membawa asa kaumnya (perempuan) kampungnya Koto Gadang, melalui usaha pembedayaan kaum perempuan yang di rintis Rohana dengan mendirikan institusi pendidikan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan keterampilan wanita, yang diberinya nama Kerajinan Amai Setia.

Pos terkait