Pustaka Steva di Padang, Mendekatkan ke Bacaan Sembari Menyeruput Kopi

  • Whatsapp
Pojok Steva-Perpustakaan-Arsip-Steva-Padang-Sumbar-Kariadil Harefa-Tanharimage-0023
Pustaka Steva berada di Jalan Jamal Jamil No 77, RT.2/RW.1, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat. Pustaka itu resmi dikenalkan pada Minggu (21/2/2021). | Kariadil Harefa/PFI Padang/Halonusa

HALONUSA.COM – Kali ini ada yang unik di Kota Padang, Sumatera Barat untuk mendekatkan ke bacaan untuk mewujudkan gerakan literasi anak daerah. Strategi ini pun terbilang lain dari yang lain tepatnya di Pojok Steva perpaduaan Perpustakaan dan Arsip Steva yang kemudian disebut pustaka steva, Jalan Jamal Jamil No 77, RT.2/RW.1, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

“Kehadiran lokasi ini sangat cocok untuk makan dan minum kopi sembari berdiskusi dan berbincang, mencari literatur dan arsip serta catatan perjalanan, laporan penelitian,” kata Agus Thaiba selaku manajer pojok steva didampingi Fatris pengelola pustaka steva saat pembukaan, Sabtu (20/2/2021) malam.

Agus Thaiba melanjutkan, pojok steva hadir dengan tagline kopi, buku dan film. Artinya, bukan sekadar makan dan minum kopi melainkan memberi ruang bagi siapa saja.

Baca juga: Lima Perpustakaan Nagari di Kabupaten Agam Bakal Ikut Program Transformasi Berbasis Inklusi

“Ya bisa disebut wadah silaturahmi, diskusi serta membicangkan berbagai hal, apakah itu tentang budaya, fotografi, bicara tentang film dan buku sembari menyuruput biji kopi yang sudah terolah dengan higienis lewat mesin kepunyaan kita,” ucapnya.

Bagaimana ruang ini akan berbeda dari coffee shop Padang termasuk pustaka steva? Agus menjawab, berbeda, ya saya kira bedanya adalah bila di perpustakaan lain anda tidak bisa membawa makanan, minuman sambil membaca buku, di sini anda dapat melakukannya.

Sementara kehadiran Perpustakaan dan Arsip Steva menurut Fatris, berawal dari kegemarannya ke perpustakaan, dan ia melihat perpustakaan masih menjadi sesuatu yang jauh, dalam artian, bagian yang terpisah dari pergaulan sehari-hari.

Baca juga: Sejarah Cagar Budaya Masjid Gadang Koto Nan Ampek di Kota Payakumbuh

Apalagi katanya gerakan literasi yang marak di republik ini telah mencoba mendekatkan pelajar, generasi muda ke bacaan. “Saya pernah bertanya ke banyak teman dan mahasiswa, pergi ke perpustakaan daerah mencari buku adalah hal yang membosankan, karena perpustakaan dianggap tempat yang membosankan,” katanya.

Maksudnya, tidak ada yang melayani, mengajak ngobrol buku, di perpustakaan anda dilarang berisik. “Dan, pelayanan perpustakaan, saya kira, hanya robotik,” katanya saat grand opening Pojok Steva serta Perpustakaan dan Arsip Steva di Padang, Sumatera Barat.

Bahkan Fatris mengaku kalau belum pernah bertemu petugas perpustakaan yang suka membaca, dan mencintai buku. Menurutnya dulu, di Kota Padang ada Padang Teater, tempat anak-anak muda membaca, terlepas dari kualitas bacaan seperti apa. Itu hal baik yang tidak pernah dipelihara oleh masyarakat Kota Padang. Pemilik “pustaka” adalah orang yang bisa diajak bicara tentang buku.

Pojok Steva. Sebuah kolaborasi perpustakaan dan arsip yang bermuara menjadi Pustaka Steva dan di dalamnya bisa membaca plus berdiskusi sembari menyeruput kopi.
Lokasi ini cocok untuk makan dan minum kopi, berdiskusi, baca, nonton, ngopi, nongkrong dan sekaligus tempat menyendiri sekaligus tempat berbagi. | Pustaka Steva | Kariadil Harefa/Tanharimage/Halonusa

Baca juga: Dipilih Melalui Musda ke-3, Kariadil Harefa Emban Tugas sebagai Ketua PFI-Padang

“Saya pernah berbincang tentang Koo Ping Ho dengan pemilik salah satu kios buku rental. Artinya, menyewa buku di Padang Teater kepada orang yang mencintai buku, yang menyenangi bacaan. Sekali lagi, terlepas dari kualitas bacaan yang seperti apa,” ungkapnya.

“Saya, sebagai petugas perpustakaan, bisa merokomendasikan buku yang Anda inginkan. Di perpustakaan ini adalah tempat diskusi, berbincang seenak hati, kami menjadwalkan diskusi dan nonton bareng film-film indie. Ya, begitulah,” ujar pria humoris itu.

Penasaran akan lokasi ini silakan datang ke Perpustakaan dan Arsip Steva, di sini pengunjung akan dibuatkan kartu anggota sebagai sarat mutlak peminjaman buku dan arsip. Nah ketika membawa kartu anggota, mendapatkan potongan harga pembelian buku 10 persen.

Baca juga: Puisi Bela Negara, Olivia: Melawan Lupa

Pojok Steva-Perpustakaan-Arsip-Steva-Padang-Sumbar-Kariadil Harefa-Tanharimage-0023
Pustaka Steva berada di Jalan Jamal Jamil No 77, RT.2/RW.1, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat. Pustaka itu resmi dikenalkan pada Minggu (21/2/2021). | Kariadil Harefa/PFI Padang/Halonusa

Kemudian 4.2000 poin mendapatkan 100.000+ cendramata dari Steva (kaos dalam bentuk bervariasi), serta mendapatkan informasi terbaru dari Steva, seputar buku baru dan, diskon khusus hari-hari besar (khusus anggota).

Anggota Perpustakaan dan Arsip Steva berhak mendapatkan layanan literatur sepeti E books, Jurnal Internasional, Jurnal Ilmiah, dan arsip pendukung riset, penelitian, atau tugas kuliah. Dan masa berlaku member satu tahun.

Selain itu menyediakan ruang untuk bedah dan kelas foto, bedah jurnal dan karya novel serta buku, dan juga bisa untuk lokasi pameran. Lebih lanjut dapat menghubungi via instagram @pojoksteva dan @pustakasteva atau mengajukan pertanyaan via google dengan mengakses alamat pojok steva serta perpustakaan dan arsip steva di internet. (*)

Pos terkait