Sapi Positif PMK, Bolehkah Dikonsumsi Manusia?

Ilustrasi, Sapi Ternak di Kota Padang
Ilustrasi, Sapi Ternak di Kota Padang

HALONUSA.COM – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang merebak di Nusantara dewasa ini. Penyakit yang diidap hewan ternak inipun sudah mulai masuk ke Sumatera Barat.

Pada Jumat (13/05/2022), pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat telah menerima laporan bahwa ada empat kasus di daerah Kabupaten Sijunjung.

Bacaan Lainnya

Tiga kasus mengiveksi hewan ternak jenis sapi dan satu lainnya merupakan hewan ternak jenis kerbau.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat, Erinaldi mengatakan bahwa daging hewan yang dinyatakan positif PMK masih boleh dikonsumsi.

“Untuk penyakit hewan ini hanya menular kepada hewan saja. Tidak menular kepada manusia,” katanya saat diwawancarai Halonusa.com, Jumat (14/05/2022).

Menurutnya, jika seseorang memakan daging hewan yang mengalami PMK tersebut tidak akan berpengaruh terhadap tubuhnya.

“Tapi yang dikonsumsi itu hanya bagian daging hewan itu saja. Bukan bagian yang terkena virusnya,” katanya.

Bagian yang tidak boleh dikonsumsi tersebut seperti bagian kaki yang luka atau mulut yang terus mengeluarkan air liur.

“Hanya saja, penyakit ini akan berdampak terhadap populasi hewan ternak di Sumatera Barat,” lanjutnya.

Dengan menyebarnya PMK tersebut, maka akan membuat hewan ternak di Sumatera Barat banyak yang mati, sehingga akan berpengaruh juga terhadap harga daging sapi nantinya.

Pos terkait