Sejarah Cagar Budaya Batu Nisan Basurek Tanjung Bungo di Kabupaten Limapuluh Kota

Sejarah Cagar Budaya Batu Nisan Basurek Tanjung Bungo di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Batu Nisan Basurek Tanjung Bungo di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO BPCB Sumbar)

Sejarah atau Historis

Batu Basurek Tanjuang Bungo atau Koto Lamo pada faktanya adalah nisan (bagian kepala) dari makam keramat di Koto Lamo yang bagi masyarakat sekitar dikenal dengan Makam Datuak Hitam Lidah.

Bacaan Lainnya

Deskripsi Arkeologis

Batu Basurek merupakan istilah lokal terhadap batu alam yang memiliki goresan-goresan dan atau ornamen di permukaannya.

Batu Batu basurek terbuat dari bahan batu andesit yang dipermukaan batunya terdapat pahatan yang terlihat seperti bentuk “aksara”.

Batu Basurek ini merupakan nisan makam dari salah satu tokoh di Koto Lamo yaitu Makam Datuk Hitam Lidah.

Sejarah Cagar Budaya Batu Nisan Basurek Tanjung Bungo di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Batu Nisan Basurek Tanjung Bungo di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO BPCB Sumbar)

Merupakan tokoh keramat yang kemudian dijadikan oleh masyarakaytsebagai tempat pemujaan, ziarah dan ritual lainnya bagi masyarakat.

Umumnya mereka kesana untuk menyembelih kambing dengan harapan supaya pertanian mereka subur.

Nisan kepala yang masih terlihat memiliki ukuran panjang 30 cm, lebar 23 cm.

Pahatan yang diperkirakan “aksara/huruf” tersebut berjumlah 2 baris dengan huruf yang masih jelas sebanyak 12 huruf.

Fungsi

Fungsi awal: Tanda Sebuah Makam (makam kuno)

Fungsi sekarang : Pendidikan

Sumber: BPCB Sumbar

Pos terkait