Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan

Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan
Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)||Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk
HALONUSA.COM  - Benteng Portugis Pulau Cingkuk menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Benteng Portugis Pulau Cingkuk tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 04/BCB-TB/A/14/2007.

Lokasi Benteng Portugis Pulau Cingkuk ini tepatnya berada di Dusun Jorong Pulau Cingkuk, Desa/Kelurahan Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S 1° 21' 13.010" E 100° 33' 32.846".

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk Benteng Portugis Pulau Cingkuk terletak di dalam bentang alam dataran rendah, berada di Pantai Pulau Cingkukdengan elevasi 2 Mdpl.

Benteng Portugis Pulau Cingkuk ini memiliki luas Lahan 2 Ha.

Akses menuju lokasi benteng dari Pusat Kota Painan hingga Pantai Carocok dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua atau empat.

Kemudian dari Pantai Carocok, dilanjutkan dengan kendaraan laut dengan speed boat sekitar 10 menit hingga ke Pantai Pulau Cingkuk.

Pemilik Benteng Portugis Pulau Cingkuk adalah Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan dan dikelola oleh Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan dan BPCB Sumatera Barat.

Sejarah atau Historis

Cingkuk adalah sebuah pulau kecil memanjang utara - selatan, di Dusun Cerocok, Desa Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Bagian selatan dan barat pulau merupakan bukit karang yang melandai ke arah utara.

Di bagian utara itulah terdapat sisa bangunan yang disebut masyarakat Benteng Portugis Pulau Cingkuk.

Adapun data yang diperoleh belum mengindikasikan hubungan peninggalan tersebut dengan orang Portugis.

Sebaliknya, sumber Belanda menyebutkan bahwa setelah diadakannya Painansch Traktaat pada tahun 1663, VOC mendirikan loji di Pulau Cingkuk (Mansoer et al,1970:94).

Deskripsi Arkeologis

Peninggalan-peninggalan arkeologi yang terdapat di Pulau Cingkuk berupa sisa-sisa benteng yang yang tidak utuh hanya berupa tembok pagar sebelah Timur, pintu utama di bagian Barat, dan dermaga di sebelah Timur.

Selain itu juga terdapat nisan makam dari bahan batu marmer bertuliskan bahasa Portugis dan sebuah lubang (sumuran).

Selatan sepanjang 37,50 meter dilengkapi pintu berukuran 2,90 meter (berjarak 9,50 meter dari ujung selatan tembok, disebut Gerbang I.



Tebal tembok 0,90 meter dengan tinggi 3,60 meter.

Pada jarak 7,30 meter dari ujung utara tembok itu ada tembok lain ke arah Barat sepanjang 6,5 meter, termasuk pintu 1,50 meter Gerbang II.

Permukaan tanah di bagian Barat (dalam) tembok lebih tinggi sekitar 35 cm dibanding permukaan tanah, di bagian Timur (luar) Gerbang I berhiaskan pelipit yang menegaskan keberadaannya sebagai gerbang.

Selanjutnya di bagian Utara pulau, berjarak 35 meter disebelah barat Gerbang I adalah Gerbang III, pintu masuk ke areal lain Benteng Portugis Pulau Cingkuk.

Menempati lereng Timur bukit yang memanjang di bagian barat pulau, permukaan tanahnya lebih tinggi dibanding permukaan tanah tempat struktur bangunan di sebelah Timurnya.

Gerbang III tampil lebih raya, strukturnya berupa susunan bata berspesi.

Batanya putih kecoklatan dan merah, bata putih untuk bagian kaki sampai badan gerbang, sedangkan bata merah pada bagian kaki, kepala, dan bagian pelipit.

[caption id="attachment_20925" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Gerbang setinggi 3,45 meter itu berpuncak undakan persegi panjang berambang lengkung setinggi 2,75 meter dengan kedua sisi bagian akhir lengkungan dibatasi pelipit dan lebar gerbang 1,60 meter.

Ini pintu masuk ke bagian pertapakan berisi reruntuhan bangunan yang dibatasi tembok keliling dan talud atau dinding penahan tanah.

Tembok batu dan bata berspesi membentang barat-timur sepanjang 23,50 meter, menempel di sisi selatan Gerbang III.

Di ujung Barat tembok membentang talud setinggi 2,50 meter hingga 3,30 meter ke arah Utara.

Talud itu adalah susunan/tumpukan batu alam berukuran besar (boulder), yang berbelok ke arah Utara sepanjang 15 meter.

Keseluruhan talud dan tembok yang berawal pada Gerbang III lebih berperan sebagai sarana mendapatkan permukaan datar yang lebih tinggi dari lahan sekitarnya, terlebih bila dibandingkan dengan bagian utara dan timurnya.

Dataran itu membentuk denah dua empat persegi panjang yang digabungkan.



Denah pertama di selatan berukuran 30 meter x 23,50 meter, dan denah kedua di utara berukuran 15 meter x 12,50 meter.

Di bagian lahan yang berdenah empat persegi panjang di Utara dijumpai dua lapis talud lain.

Masing-masing talud yang berukuran lebih rendah dari talud utama menempati bagian permukaan tanah yang lebih tinggi.

Adanya talud-talud rendah itu membentuk semacam undakan yang keseluruhannya menjadikan bagian lahan itu lebih tinggi daripada lahan empat persegi panjang yang lebih luas di sebelah selatannya.

Dari bagian Selatan ke bagian Utara dihubungkan dengan anak tangga yang dipahatkan langsung pada batuan dasar pembentuk gundukan itu.

Selain itu, di sekitar Benteng juga terdapat nisan makam, nisan makam berada di sisi sebelah Barat dekat pintu gerbang.

Nisan makam tersebut terbuat dari bahan batu marmer putih, berukuran panjang 162 cm, lebar 85 cm, tinggi 45 cm, membujur kearah Utara.

[caption id="attachment_20926" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Benteng Portugis Pulau Cingkuk di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Pada bagian atas tengah terdapat lambang Bangsa Portugi, pada bawah lambang ini terdapat tulisan huruf latin berbahasa Portugis.

Pada sebelah Timur keberadaan nisan marmer ini kira-kira 50 meter terdapat bekas lubang yang sudah terbuka.

Berdasarkan sisa-sisanya, lubang tersebut pada bagian atas ditutup dengan bata merah yang disusun secara melengkung ke atas.

Lubang tersebut berukuran panjang 1,8 meter, lebar 50 cm, dan kedalaman lubang 78 cm.

Bekas dermaga berada di sebelah Timur Pulau Cingkuk, dermaga ini berupa susunan dari batu andesit.

Kondisinya sudah rusak parah karena terkikis oleh air laut, dan sisa-sisa yang masih dapat dilihat berukuran panjang ±20 meter dengan lebar 3 meter.

Fungsi

Fungsi lama: Benteng, Loji (Gudang Penyimpanan) Fungsi sekarang : Pariwisata dan Pendidikan

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index