Sejarah Cagar Budaya Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) di Kota Pariaman

Sejarah Cagar Budaya Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) di Kota Pariaman
Cagar Budaya Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) di Kota Pariaman
SEMANGAT DATA - Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 28/BCB-TB/A/07/2007.

Lokasi Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) ini tepatnya berada di A. Yani No. 1 - Kelurahan Pondok Duo, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S0° 37' 32.982" dan E100° 7' 9.903".

Baca: Sejarah Cagar Budaya Toko Pariaman Optik di Kota Pariaman

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) berada di bentang lahan datar serta dataran rendah dengan ketinggian 7 mdpl.

Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) ini memiliki luas bangunan 146,481 meter persegi dan lahan 2.548 meter persegi. Objek ini mudah dijangkau dan dapat diakses menggunakan kendaraan roda 4 dan 2.

Pemilik Gedung PLN (Kantor PLN Pariaman) adalah PLN Rayon Pariaman, dan dikelola oleh PLN Rayon Pariaman.

Sejarah atau Historis

Tanah ini awalnya merupakan tempat tinggal orang Cina yang berdiam di Kota Pariaman.

Setelah eksodus warga Cina dari Pariaman, maka tanah ini diambil alih oleh Pemerintah, dan Pemerintah membangun bangunan diatas tanah ini sekitar tahun 1958.

Status tanah ini awalnya adalah tanah eigverp. Tahun 1977, pihak PLN Rayon Pariaman membeli tanah dan bangunan ini serta dijadikan sebagai kantor PLN sampai sekarang.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Bagindo Musa di Kota Pariaman

Deskripsi Arkeologis

Bangunan PLN Rayon Pariaman ini berada di perempatan Tabut Kota Pariaman, dan tepat berada di pinggir jalan Sutan Syahril dan A Yani.

Bangunan ini memiliki bentuk dasar persegi dengan sebuah sudut yang melengkung pada pada sudut tenggara, orientasi bangunan mengarah ke timur.

Pembangian ruang dari depan ke belakang terdiri dari lima buah ruang. Sebagian bangunan ini memiliki lantai 2 yang berfungsi sebagai balkon.

Bukaan berupa jendela dan pintu. Jika diperhatikan maka tata ruang dari bangunan ini tidak banyak berubah. Secara struktur dan arsitektur dari bangunan ini masih asli.

Fungsi

Perkantoran

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index