Sejarah Cagar Budaya Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) di Kabupaten Pesisir Selatan

Sejarah Cagar Budaya Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) di Kabupaten Pesisir Selatan
Sejarah Cagar Budaya Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)
HALONUSA.COM  - Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 13/BCB-TB/A/14/2007.

Lokasi Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) ini tepatnya berada di Jalan Rabat Beton, Dusun Jorong Puluik-Puluik-(Batuang), Desa/Kelurahan Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S 3° 1' 34.715" E96° 50' 30.890".

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) Lokasi berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar 500 Mdpl.

Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) ini memiliki luas lahan 18 x 9 m.

Cukup sulit dengan berjalan kaki mendaki bukit, menurut masyakat kesana pulang dan pergi memakan waktu hingga 1 hari (naik pagi sampai tengah hari dan siang turun sampai di perkampungan sore).

Pemilik Kursi Rajo (Medan nan Bapaneh Bukik Batuang) adalah Nagari Puluik-Puluik dan dikelola oleh Nagari Puluik-Puluik.

Sejarah atau Historis

Situs ini berada pada sebuah bukit yang disebut Bukit Batuang, pada ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut.

Lokasi situs ini merupakan kebun rakyat, menurut masyarakat setempat menyebut dengan naman Kursi Rajo ini dipergunakan sebagai tempat sidang Penghulu nan Selapan ( Penghulu yang berjumlah delapan).

Menurut masyarakat setempat di lokasi ini dahulu dipakai sebagai tempat persidangan penghulu guna membahas dan memutuskan berbagai hal yang berkaitan dengan adat dan pemerintahan.

Selain itu menurut informasi dari masyarakat sekitar situs kursi rajo ini pada awalnya merupakan perkampungan masyarakat sebelum pndah ke lokasi lainnya tepatnya di Nagari Puluk-Puluk.

Deskripsi Arkeologis

Di lokasi situs ini sekarang terdapat tinggal tujuh tahta batu yang masingmasing membentuk dua deretan memanjang Barat Daya-Timur Laut.

Pada deret pertama berada di sebelah Barat Laut terdiri atas dua buah tahta batu. Deret kedua , di sebelah Tenggara, terdiri atas lima buah tahta batu.

Tahta batu yang berada di bagian paling Barat Daya pada deret pertama berhadapan letaknya dengan tahta batu di bagian paling Barat Daya pada deret kedua, dengan jarak sekitar tiga meter.

Tahta batu paling Timur Laut pada deret pertama berhadapan letaknya dengan tahta batu paling Timur Laut dari deret kedua. Jarak antara keduanya juga sekitar tiga meter.

Seluruh kursi batu berderet dan berhadapan letaknya ini berada pada sebidang lahan datar berdenah empat persegi panjang.

Kursi atau tahta batu ini sebetulnya hanya pasangan dari sebuah batu yang diletakkan mendatar di bagian depan serta sebuah batu lain yang ditegakkan di bagian belakangnya.

Fungsi

Fungsi lama, tempat pertemuan adat (Penghulu) dan sekarag tidak difungsikan.

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index