Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan

Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan
Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)
HALONUSA.COM  - Makam Tuanku Berdarah Putih menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Makam Tuanku Berdarah Putih tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 07/BCB-TB/A/14/2007.

Lokasi Makam Tuanku Berdarah Putih ini tepatnya berada di Jalan Cagar Budaya Tuanku Berdarah Putih, Dusun Jorong Medan Baik, Desa/Kelurahan Nagari Tluk Kualo, Kecamatan Airpura.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S 2° 2' 52.400E 100° 54' 47.700".

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Makam Tuanku Berdarah Putih Makam ini terletak di dalam bentang alam dataran rendah dengan elevasi 8 Mdpl.

Makam Tuanku Berdarah Putih ini memiliki luas bangunan 8 m x 10 m lahan ± 1 Ha.

Akses menuju lokasi makam tidak jauh dari jalan, berada di area perkebunan masyarakat, untuk menuju lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Pemilik Makam Tuanku Berdarah Putih adalah Tanah milik Kaum Rangkayo Rajo Melayu dan dikelola oleh Tanah milik Kaum Rangkayo Rajo Melayu.

Sejarah atau Historis

Tuanku Berdarah Putih merupakan salah satu raja yang memerintah di Kerajaan Inderapura sekitar tahun 1560-1640-an.

Beliau adalah Raja ke -8 yang memerintah di Kerajaan Inderapura yang bernama Usmansyah dan bergelar Sultan Firmansyah.

Pada masa Sultan inilah Kerajaan Inderapura mencapai puncak Kejayaannya.

Tuanku Berdarah Putih bergelar Gagar Alamsyah adalah tokoh pertama di Inderapura.

Deskripsi Arkeologis

Makam Tuanku Badarah Putih terletak satu kompleks dengan makam para pengawalnya.

Dalam kompleks makam ini terdapat 12 buah makam yang ditempatkan berjajar pada satu deretan.

Makam pada kompleks ini tidak memakai jirat tetapi memakai nisan yang saling berhadapan, orientasi nisan di Kompleks ini sudah Utara-Selatan yang artinya sudah menghadap Kiblat (Masa Islam).

[caption id="attachment_20943" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Makam Tuanku Berdarah Putih di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Pada makam Tuanku Badarah Putih terdapat dua buah nisan yang saling berhadapan.

Makam Tuanku Badarah Putih sendiri terdiri dari dua buah nisan tipe Aceh, tanpa jirat.

Pada kompleks makam ini juga terdapat makam lain dengan nisan tipe Aceh, bentuk nisan berupa balok yang terbuat dari batu tufa dan batu pasiran berawaran coklat muda.

Sekarang gerbang untuk memasuki situs juga sudah diganti dengan tembok, yang dulu hanya menggunakan kayu.

Namun dilokasi tidak ditemukan lambang nama situs dan papan petunjuk arah.

Fungsi

Dari awalnya sampai sekarang berfungsi sebagai tempat pemakaman

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index