Sejarah Cagar Budaya Masjid Raya Badano di Kota Pariaman

Sejarah Cagar Budaya Masjid Raya Badano di Kota Pariaman
Cagar Budaya Masjid Raya Badano di Kota Pariaman|Masjid Raya Badano menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).
SEMANGAT DATA - Masjid Raya Badano menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Masjid Raya Badano tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 10/BCB-TB/A/07/2007.

Lokasi Masjid Raya Badano ini tepatnya berada di MH Thamrin, Dusun Bungo Tanjung, Desa Bungo Tanjung Badano, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: UTM 47 M 628257; 9931674.

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Masjid Raya Badano berada di dataran rendah (32 m DPL).

Baca: Sejarah Cagar Budaya Kompleks Pillbox Jepang Kampung Paneh di Kota Pariaman

Masjid Raya Badano ini memiliki luas bangunan 312,52 meter persegi, dan lahan 50 x 70 meter (3500 meter persegi).

Masjid Raya Badano bisa diakses menggunakan kendaraan roda 4 dan 2.

Pemilik Masjid Raya Badano adalah masyarakat Badano, dan dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat dan masyarakat Badano/Sungai Rotan.

Sejarah atau Historis

Bangunan masjid ini menurut masyarakat setempat dibangun pada akhir tahun 1800-an.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Masjid Raya Padusunan di Kota Pariaman

Deskripsi Arkeologis

Masjid Raya Badano memiliki kesamaan dengan masjid atau Surau Pasar dan Masjid Raya Padusunan, berupa masjid dengan atap tumpang yang dikombinasikan dengan bangunan dan kubah dipuncaknya.

Selain itu juga terdapat kesamaan pada tata ruang utama masjid, tetapi masjid Raya Badano memiliki perbedaan pada menara yang terdapat di bagian depan dari masjid.

Pada masjid Raya Badano terdapat tiga buah menara satu di antaranya merupakan bagian dari mihrab.

[caption id="attachment_189" align="alignnone" width="660"]Masjid Raya Badano menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar). Cagar Budaya Masjid Raya Badano di Kota Pariaman.[/caption]

Bangunan masjid terbuat dari beton dengan bentuk atap tumpang tiga. Masjid ini disebut Masjid Badano karena di dalam masjid terdapat guci besar atau masyarakat setempat menyebut badano yang berfungsi sebagai tempat untuk mengambil wudhu.

Masjid ini telah mengalami beberapa kali pemugaran sehingga bentuk aslinya sudah tidak kelihatan lagi. Bangunan masjid disangga oleh tiang yang berbentuk bulat dan segi delapan yang berjumlah 33 tiang.

Fungsi

Tempat peribadatan

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index