Sejarah Cagar Budaya Rumah Bagindo Musa di Kota Pariaman

Sejarah Cagar Budaya Rumah Bagindo Musa di Kota Pariaman
Cagar Budaya Rumah Bagindo Musa di Kota Pariaman
SEMANGAT DATA - Rumah Bagindo Musa menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Rumah Bagindo Musa tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 26/BCB-TB/A/07/2007.

Lokasi Rumah Bagindo Musa ini tepatnya berada di Sudirman No. 21 - Kelurahan Pondok Duo, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S0° 37' 31.341" dan E100° 7' 12.494".

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Muh Soleh di Kota Pariaman 

Sedangkan secara geografis, cagar budaya Rumah Bagindo Musa berada di dataran rendah (20 mdpl) dengan bentang lehan datar.

Rumah Bagindo Musa ini memiliki luas bangunan 8,6 m x 14, 2 m di lahan 12,84 m x 32,52 m. Objek ini dapat diakses menggunakan kendaraan roda 4 dan 2.

Pemilik Rumah Bagindo Musa adalah ahli waris Bagindo Musa, dan dikelola oleh Toko Jaya Ponsel (Rizki Busana).

Sejarah atau Historis

Bangunan ini dibangun tahun 1934 oleh Bagindo Musa. Bagindo Musa semasa hidupnya merupakan seorang pedagang kopra di Pariaman.

Fungsi pertama sebagai gudang kopra. Setelah sebagai gudang, bangunan ini sering berubah fungsi sesuai yang memakainya.

Tahun 1950-1982 dipergunakan oleh Bank BNI sebagai kantor. Tahun 1982-1992 dipergunakan sebagai Taman Kanak-Kanak.

Tahun 1992-1995 dipakai oleh PDAM Pariaman sebagai kantor. Sesudah dipakai oleh PDAM dipergunakan sebagai bofet dengan nama Bofet Melati.

Tahun 2013 dipakai sebagai sekretariat Partai PDIP. Tahun 2017, bangunan digunakan oleh SEC (Sumatera English Course).

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman

Deskripsi Arkeologis

Bentuk dasar dari bangunan ini adalah persegi panjang dengan arah hadap bangunan mengarah ke selatan.

Secara arsitektur bangunan ini masih baik dan unsurunsur arsitek kolonial masih terlihat jelas meskipun telah beberapa kali mengalami perubahan terutama pada bagian pintu, jendela yang besar serta ornamen yang lainnya.

Awalnya atap bangunan dari genteng kemudian diganti menjadi seng. Pada bagian dengan bangunan terdapat bagian berbentuk lingkaran pada bagian ini terdapat enam buah jendela dan dua pintu yang menghubungkan dengan bangunan utama dan sebuah pintu menghubungkan ke teras.

Lingkungan dari rumah bagindo Musa ini merupakan komplek perumahan.

Fungsi

Bangunan ini berfungsi sebagai tempat tinggal.

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index