Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Dt. Parpatih di Kabupaten Limapuluh Kota

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Dt. Parpatih di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Dt. Parpatih di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)

Seperti rumah gadang lainnya, rumah ini berlantai panggung dengan tiang-tiang penyangga sebanyak 30 buah.

Tiang-tiang tersebut berdiri dari tanah sampai atap rumah merupakan satu  tiang utuh, bukan sambungan.

Bacaan Lainnya

Pintu masuk berada di sisi timur, berupa jenjang yang terbuat dari bata berlepa kapur dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 142 cm, dan tinggi 130 cm.

Di depan tangga masuk terdapat bak penampungan air berbentuk persegi panjang yang terbuat dari bata yang diplester semen.

Ukuran bak penampung air tersebut adalah panjang 162 cm, panjang 170 cm, dan tinggi 72 cm.

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Dt. Parpatih di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Dt. Parpatih di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: Dok. BPCB Sumbar 2017)

Jendela terdapat hanya di bagian dinding sisi Selatan semuanya berjumlah 5 buah.

Seperti rumah gadang lainnya, tata ruang Rumah Gadang Datuak Parpatih terbagi ke dalam ruang dan lanjar.

Rumah Gadang Datuk Parpatih ini memiliki 5 ruang dan 3 lanjar.

Lanjar pertama biasanya digunakan sebagai ruang keluarga, lanjar kedua biasanya digunakan sebagai ruang tamu dan tempat menyelenggarakan upacara-upacara adat, sedangkan lanjar ketiga biasanya dipakai sebagai ruang isirahat.

Di sisi Timur bagian dalam ruangan, terdapat loteng yang dipergunakan sebagai lumbung (tempat menyimpan) padi.

Untuk naik ke loteng terdapat jenjang dari kayu yang diletakan di ruang (kamar) sisi Timur yang berbatasan dengan ruang dapur.

Fungsi

Fungsi awal : Hunian

Fungsi sekarang : Hunian

Sumber: BPCB Sumbar

Pos terkait